Rencana Perbaikan Jembatan Talisayan Akhir Desember, Pembangunan Jalan Alternatif Perlu Dukungan Swasta
Rapat
Koordinasi (Rakor).
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG
REDEB-Agar
tidak mengganggu aktifitas warga saat perbaikan jembatan dilakukan, apalagi
jembatan Talisayan ini merupakan akses jalan penghubung antar kecamatan dan
kampung.
Salah satu jalan alternatifnya itu jalan
poros Talisayan yang menghubungkan ke kecamatan Biatan, akan tetapi jalan
tersebut membutuhkan perbaikan, setidaknya ada 30 titik jalan rusak disana,
sehingga perlu dilakukan perbaikan.
Demikian terungkap dari Rapat Koordinasi
(Rakor) membahas tentang rencana jalan alternatif untuk perbaikan jembatan
Talisayan di ruang Kakaban Sekretariat Daerah Kabupaten Berau digelar Pemkab
Berau , Kamis (29/9/2022).
Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Bupati
Berau Gamalis yang didampingi oleh Kepala Dinas Perkebunan Berau Lita Andini,
dan dihadiri oleh OPD terkait serta pihak ketiga atau perwakilan perusahaan.
Dalam rapat Wakil Bupati Berau Gamalis
menyampaikan, rapat ini guna untuk membahas persiapan jalan alternative,
mengingat kondisi keuangan Pekab Berau terbilang minim maka dibutuhkan dukungan
dari beberapa stakeholder atau perusahaan yang beroperasi didaerah pesisir
tersebut.
“Kepada pihak perusahaan yang beroperasi
didaerah pesisir, dapat berkontribusi atau sumbangsih demi memenuhi kebutuhan
orang banyak. Hal itu mengingat juga pada bulan November mendatang, dimana
kabupaten Berau menjadi tuan rumah pergelaran olahraga provinsi atau Porprov,
dan ada beberapa cabor yang ditempatkan dikecamatan Biduk-biduk, sehingganya
dibutuhkan akses jalan yang nyaman dan aman. Akses jalan yang rusak itu harus
segera diperbaiki, untuk itu kami butuh bantuan dari pihak perusahaan untuk
membantu memperbaiki jalan yang rusak tersebut, dalam bentuk material ataupun
dana cash", tuturnya.
Sementara itu, perwakilan dari Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Junaidi mengungkapkan, harapan untuk
perbaikan jembatan Talisayan itu sudah sejak lama, namun baru tahun 2022 ini
baru tersedia anggarannya, sehingganya baru tahun ini pula jembatan Talisayan
akan dilakukan perbaikan.
Junaidi menjelaskan, kerusakan jalan itu
tidak hanya berdampak terhadap aktifitas warga saja, tetapi juga berdampak
terhadap aktifitas perusahaan. Dikatakannya, terkait jalan alternatif itu,
dibutuhkan material berupa sertu setidaknya 200 kubik dan BBM solar 7 drum.
"Kami dari DPUPR siap mengerjakan, kalau
hari ini ada materialnya, hari ini juga kami kerjakan", tandasnya.Disisi
lain, beberapa perwakilan perusahaan yang hadir dalam rapat tersebut,
berkomitmen dalam membantu pemkab dengan memberikan yang terbaik untuk
perbaikan jalan tersebut.(advertorial/sep)