APBD-P Kukar 2017 Naik Rp264 Miliar
TENGGARONG, Ketua DPRD Kutai Kartanegara Salehuddin, S.Sos.,S.Fil
menjelaskan kemungkinan adanya kenaikan pada anggaran perubahan APBD tahun
2017.
Kenaikan tersebut
disebabkan oleh penyesuaian pada asumsi makro ekonomi dalam APBN yaitu kenaikan
nilai tukar rupiah dan kenaikan harga minyak dunia yang mencapai 48
$/barel.
Saleh panggilan akrabnya menegaskan bahwa
berdasarkan asumsi makro ekonomi ini, maka ada peningkatan pada sisi Dana
Perimbangan sebesar Rp. 75 M dari DBH dan Rp. 58 M dari DAK.
“Disisi
PAD kita juga mengalami peningkatan sebesar Rp.44 M yang berasal dari Pajak
Daerah sebesar Rp 39 M, dan lain-lain PAD yang sah mencapai Rp 9 M, sementara
dari pengelolaan kekayaan yg dipisahkan minus Rp 4 M. “paparnya.
Berdasarkan
asumsi pendapatan ini pemerintah melakukan penyesuaian dan pergeserkan pada
sisi belanja daerah. Defisit belanja dalam APBD P 2017 ditetapkan sebesar Rp716
M yang ditutupi dengan Pinjaman Daerah sebesar Rp380 M dan silva Rp 338 M.”Sehingga
pada dasarnya anggaran kita berimbang.”katanya.
Politisi
partai Golkar ini menjelaskan bahwa pinjaman daerah ini akan dialokasikan pada
pembangunan jalan pile slab menuju jembatan Pela, saat ini masih dalam proses
penjajakan dengan PT SMI.
“Jadi
pada dasarnya pinjaman daerah ini masih berupa asumsi, dananya belum masuk dan
kegiatanya juga belum dilelang,” jelasnya.
Terkait dengan rencana penundaan transper pada
triwulan 4, dalam APBD perubahan ini tidak dimasukan dalam KUPA PPAS. “Kemungkinan
akan dimasukan dalam APBD murni 2018. Saya harap seluruh masyarakat khususnya
PNS bisa tenang bekerja seperti biasa, tidak panik dan menjalankan aktifitas
pelayanan seperti biasa.”katanya.
Banyak usaha yang DPRD dan Pemkab lakukan agar penundaan ini tidak mempengaruhi pembayaran gaji dan TPP, termasuk bersurat agar ada rekonsiliasi dan penjadwalan pemotongan dana transper akibat lebih salur 2016. “Kita juga sudah menyampaikan agar dana kurang salur bisa direalisasikan segera, dan alhamdulilah janji dari Kemenkeu insya Allah akan ada transper di bulan ini dan dana kurang salur akan direalisasikan pada triwulan 4 yang akan datang,”tambahnya lagi.awi/poskotakaltimnews.com