DPRD Samarinda Kagum, Anggaran Pokir Meningkatkan Kinerja DPRD Kutim
POSKOTAKALTIMNEWS.
COM, KUTAI TIMUR -
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) menerima kunjungan
kerja dari DPRD Kota Samarinda di Sekretariat DPRD Kutim, Jumat (5/5/2023).
Basti Sangga Langi, Sekretaris Komisi A DPRD
Kutim, menjamu rombongan dari DPRD Samarinda yang terdiri dari beberapa anggota
dewan. Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas mengenai Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah (APBD) serta pokok pikiran (pokir) yang diterima oleh
anggota DPRD Kutim.
"Dalam kunjungan mereka, mereka
menanyakan tentang anggaran APBD dan pokir kami," ungkap Langi kepada awak
media, Sabtu (6/5/2023).
Basti
juga menjelaskan bahwa APBD Kutim tahun 2023 mencapai Rp 5,9 Triliun,
dengan jatah anggaran pokir sebesar Rp 5 miliar untuk setiap anggota DPRD.
Anggaran pokir tersebut digunakan untuk pembangunan di wilayah dapil sesuai
dengan aspirasi masyarakat.
Dalam pembahasan tersebut, rombongan DPRD
Samarinda mengakui bahwa anggaran APBD Kutim dan pokir anggota dewan lebih
besar daripada Kota Samarinda. Mereka tertarik untuk mengetahui bagaimana cara
meningkatkan pokir.
Basti
menjawab bahwa peningkatan anggaran APBD memungkinkan mereka untuk
bersinergi dengan pemerintah dalam membangun Kutim. Tidak semua program bisa
diakomodir oleh pemerintah, sehingga melalui pokir inilah mereka berperan
membantu masyarakat.
Setelah pembahasan yang konstruktif, DPRD
Kota Samarinda akhirnya meninggalkan Sekretariat DPRD Kutim pada siang harinya.
Dalam perbincangan tersebut, terdapat beberapa saran dan masukan tentang
peningkatan pokir dan pentingnya sinergi dengan pemerintah dalam membangun
daerah.
"Penting bagi kami untuk menjalin
sinergi yang baik dengan pemerintah dalam rangka membangun daerah. Kami akan
terus berupaya meningkatkan peran pokir dalam mewujudkan aspirasi
masyarakat," ujar Langi.
Kunjungan studi banding ini memberikan
manfaat bagi DPRD Samarinda dalam hal pengelolaan pokir dan meningkatkan
kinerja anggota dewan. Selain itu, kunjungan tersebut juga memperkuat sinergi
antara DPRD dan pemerintah dalam upaya memajukan daerah.
DPRD Kutim berhasil dalam mengelola pokir dan
anggaran APBD, dan hal ini menjadi contoh yang baik bagi daerah lain. Dengan
saling berbagi pengalaman, diharapkan dapat terwujud pemerintahan yang lebih
baik dan masyarakat yang sejahtera.
Kunjungan studi banding DPRD Samarinda ini
menunjukkan pentingnya pertukaran informasi dan pembelajaran antar lembaga
legislatif.(ADV)