RKPD 2024 Kukar, Optimalkan Potensi Unggulan Daerah untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Kabid Perencanaan Pengendalian Pembangunan Daerah (P3D) Saiful Bahri
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUTAI KARTANEGARA-
Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kukar 2024 mengarah pada pengembangan
potensi ekonomi unggulan daerah yang berbasis desa dan Kecamatan, yang
diharapkan akan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat yang bermuara terwujudnya
kesejahteraan masyarakat.
Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (Bappeda) Kukar Sy. Vanesa Vilna melalui Kabid Perencanaan Pengendalian
Pembangunan Daerah (P3D) Saiful Bahri mengatakan, usulan masyarakat melalui Musrenbang
Desa, Kecamatan sangat banyak, antara lain terdiri infrastruktur jalan,
pendidikan, kesehatan, kebutuhan dasar, pertanian dan lainnya.
"Tapi prioritas kita mengacu kepada tema
RKPD 2024 yakni, pengembangan potensi ekonomi unggulan berbasis desa,
Kecamatan. Misal di suatu desa miliki potensi pertanian, komoditi apa yang akan
diunggulkan, kita akan mendukung disitu," kata Saiful Bahri kepada
Poskotakaltimnews, di ruang kerjanya, Rabu (31/5/2023).
Kemudian potensi pariwisata, bagaimana
pengembangannya dan penunjangnya, baik untuk obyek wisatanya maupun Sumber Daya
Manusia (SDM). Setiap wilayah memiliki potensi yang berbeda, dan hal itu harus
ditopang infrastruktur dengan baik.
"Memang banyak usulan masyarakat, tapi
kita sesuaikan dengan kapasitas keuangan daerah, prioritas, hingga SDM. Tapi
pembangunan infrastrukur juga penting dan itu pasti dilakukan, baik peningkatan
jalan, pembangunan infrastruktur pendidikan, pelayanan dasar, kesehatan dan
lainnya, karena di mandatory spending sudah ada acuannya, seperti pendidikan 20
persen dari APBD," ungkapnya.
Dirinya juga berpesan kepada OPD teknis terus
mengawal kegiatannya, agar apa yang direncanakan bisa direalisasikan dengan
baik.
"Dan setiap OPD kalau menyiapkan program
kegiatan harus dengan matang, sehingga bisa terealisasi dengan baik. Kalau yang
tidak matang seperti kurangnya dokumen adminstrasi, sehingga mengakibatkan
kegiatan tidak bisa dilaksanakan," tutupnya.(adv/riz)