Jalan Poros Muara Jawa ke Sanga-sanga Rusak, DPRD Kukar Adakan RDP Hadirkan Sejumlah Pihak Terkait

img

Rapat dengar pendapat Komisi III DPRD Kukar yang berlangsung diruang Banmus DPRD Kukar

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUTAI KARTANEGARA- Jalan patah yang menghubungkan Kecamatan Muara Jawa ke Kecamatan Sanga-sanga, tepatnya di Kelurahan Dondang mendapat atensi DPRD Kutai Kartanegara. Dugaan sementara ambrolnya jalah poros sebagai urat nadi masyarakat itu karena dampak penambangan batubara.

Menyikapi hal itu, Komisi III DPRD Kutai Kartanegara mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP), dengan menghadirkan sejumlah pihak terkait, diruang Banmus DPRD Kukar, Selasa (6/6/2023). RDP tersebut sebagai tindaklanjut dari peninjauan Anggota DPRD Kukar lokasi jalan yang patah beberapa waktu lalu.

Ketua Komisi III DPRD Kukar Hamdan menyebut, meski jalan poros tersebut tanggungjawab Pemprov Kaltim, namun pihaknya tak ingin berdiam diri. Ingin mencari solusi terbaik agar jalan tersebut segera diperbaiki.

"Jalan itu sering dilintasi masyarakat, akibat rusaknya jalan tersebut banyak masyarakat kita yang berkeluh kesah, karena jalan tersebut merupakan akses mereka," kata Hamdan.

Sementara DPRD Kukar juga telah melihat secara langsung kondisi jalan tersebut, sehingga pada RDP kali ini DPRD Kukar ingin mencari solusi, bagaimana hal ini bisa segera diselesaikan.

"Kami undang yang berkompeten dalam hal ini, Dinas PU, Inspektorat, dan perusahaan, kita duduk bersama untuk mencari solusi," sebutnya.

Lanjut dia, saat ini masyarakat menggunakan jalan alternatif, jalan alternatif tersebut merupakan lahan individu masyarakat itu sendiri.

Ia juga menyebutkan, dari hasil RDP bisa disimpulkan bahwa, tidak serta merta perusahaan itu disalahkan, seharusnya ada  Dinas terkait yang berkompeten yang mengawasi jalannya tambang itu sendiri.

"Kenapa hal ini terjadi, artinya ada kelalaian teknis, kalau sudah bicara kelalaian teknis distu ada KTT, kemudian ada pihak inspektorat, ESDM sendiri yang punya kewenangan untuk memantau secara teknis benar atau tidaknya proses berjalannya tambang itu sendri," ucapnya.

Pihak perusahaan batubara yang diduga menjadi penyebab jalan rusak tersebut telah berkomunikasi dengan Dinas PU Kaltim, bagaimana pelaksanaan teknisnya, wujud tanggung jawabnya, dalam hal ini Dinas PU menekan ke perusahaan, dan pihak perusahaan bersedia mengelola bagaimana layak dibuat untuk dibuatkan jalan permanen kembali.

"Kami berharap kepada Pemprov Kaltim, jika lakukan perbaikan di tempat yang sama, perlu dilakukan kajian lebih teknis, agar massa pemakaian jalan tersebut bisa bertahan lama," pungkasnya.

Rapat itu sendiri turut dihadiri anggota DPRD Kukar diantaranya Yohanes Badulele Da Silva, Sabir, Fachruddin, Ahmad Yani, dan Budiman, serta dihadiri perwakilan Dinas PU Kukar, Camat Muara Jawa dan Sanga Sanga, serta perwakilan perusahaan batubara PT Prima Mandiri.(adv/riz)