Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat KAT Pettung Melalui Bantuan Rumah Layak Huni dari PT Berau Coal
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
TANJUNG REDEB-
Sejak tahun 2018, PT Berau Coal telah melaksanakan program pembangunan rumah
layak huni bagi Komunitas Adat Terpencil (KAT) Pettung di Kampung Merancang
Ulu, Kecamatan Gunung Tabur melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan
Masyarakat (PPM).
Ketua RT 05 KAT Pettung Kampung Merancang
Ulu, Arbain, menyambut baik inisiatif PT Berau Coal yang telah memperhatikan
KAT Pettung, yang mayoritas adalah Suku Dayak Punan Basap dan sebelumnya hidup
secara nomaden di hutan.
"Kami sangat berterima kasih atas
bantuan rumah bagi warga kami yang kurang mampu. Ini sangat bermanfaat bagi
kami dan kami harap kerja sama yang baik dengan Berau Coal dapat terus
berlanjut," ujar Arbain.
Mereka yang dulunya hidup secara nomaden di
hutan sekarang memiliki pemukiman di Kampung Merancang Ulu. Arbain, sebagai
Ketua Adat Dayak Punan Basap KAT Pettung, juga memikirkan masa depan generasi
penerus jika mereka tetap tinggal di hutan. Oleh karena itu, dia menyambut baik
bantuan dari PT Berau Coal dalam membangun rumah untuk mereka yang kemudian
dilakukan secara bertahap.
"Selain rumah, anak-anak kami juga telah
dibantu untuk mendaftar sekolah. Sekitar 40 anak telah bersekolah. Semoga ini
membawa perubahan dan meningkatkan kesejahteraan KAT Pettung," harapnya.
Pada tahun ini, sebanyak 3 unit rumah layak
huni telah dibangun, sehingga totalnya menjadi 11 unit. Pada hari Kamis (15/6),
Bupati Berau Sri Juniarsih hadir meresmikan dan menyerahkan bantuan RLH
langsung kepada penerima manfaat didampingi perangkat OPD, Forkopimda, serta
perwakilan manajemen PT Berau Coal.
Sri berharap bahwa pembangunan ini akan
memberikan manfaat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program
pembangunan rumah layak huni ini sejalan dengan salah satu program prioritas
Pemerintah Kabupaten Berau dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, yaitu
menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat.
Dia mengakui bahwa tempat tinggal merupakan
salah satu kebutuhan pokok yang tidak bisa diabaikan. Seiring dengan
pertumbuhan penduduk, kebutuhan akan rumah juga semakin meningkat.
"Saya mengapresiasi langkah yang diambil oleh PT Berau Coal. Saya berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain, baik yang beroperasi di sektor pertambangan maupun sektor lainnya, untuk memberikan kontribusi yang serupa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Sri.
Selain itu, Sri juga berharap agar PT Berau
Coal terus mendukung akses pendidikan dan kesehatan. Selain melakukan
pembangunan fisik dan infrastruktur, penting juga untuk meningkatkan kualitas
sumber daya manusia.
Dia memberikan pesan kepada penerima rumah
layak huni untuk menjaga dan merawat rumah dengan baik. Mereka harus menjaga
kebersihan dan kerapihan, termasuk merawat bangunan rumah.
"Ciptakan suasana yang tenang dan damai
di rumah baru kalian. Kami semua berdoa semoga rumah-rumah ini menjadi berkah
dan membawa rezeki bagi para penerima," harapnya.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih
kepada manajemen PT Berau Coal atas pembangunan rumah layak huni ini. Insya
Allah, rumah-rumah ini akan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat KAT
Pettung dan bernilai kebaikan," ucapnya.
Sementara itu, Cahyo Andrianto, General
Manager Operation Support & Relations PT Berau Coal, menyatakan bahwa PT
Berau Coal sebagai mitra pemerintah terus mendukung program-program prioritas
dalam pembangunan nasional. Melalui program PPM, sejak awal, PT Berau Coal
telah membantu beberapa masyarakat KAT yang berada di sekitar wilayah
operasional perusahaan. Salah satunya adalah KAT Pettung, yang merupakan bagian
dari sejarah lokal Kabupaten Berau, terutama suku Dayak Punan Basap.
"Program PPM yang kami jalankan
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan meningkatkan
aksesibilitas serta pelayanan sosial dasar bagi warga KAT," jelasnya.
Salah satu program pemberdayaan yang dilakukan
untuk mencapai tujuan tersebut adalah pembangunan rumah layak huni untuk warga
KAT Pettung. Dengan demikian, kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang layak
dapat dipenuhi dan warga dapat lebih dekat dengan fasilitas umum seperti
pendidikan dan kesehatan. Program ini merupakan upaya untuk meningkatkan taraf
hidup warga KAT agar pembinaan yang dilakukan menjadi lebih efektif, terarah,
dan berkelanjutan.
"Pembangunan rumah layak huni ini
dimulai sejak tahun 2018. Hingga saat ini, telah dibangun 11 unit rumah dengan
spesifikasi rumah kayu ukuran 50, dengan biaya sekitar Rp 180 juta per unit,
atau total sekitar Rp 1,9 miliar," tambahnya.
"Program pembangunan rumah untuk KAT
yang kami jalankan ini sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Kalimantan
Timur dalam penyediaan Rumah Layak Huni (RLH) yang diinisiasi oleh Gubernur
Kaltim, dan tentunya mendukung kesejahteraan masyarakat Kabupaten Berau,"
tambahnya.
Selain itu, PT Berau Coal juga mendukung
warga KAT Pettung dengan menyediakan akses pelayanan sosial dasar seperti
pendidikan dan kesehatan. Anak-anak di KAT Pettung dibantu untuk masuk sekolah
dengan dukungan dalam proses pendaftaran, biaya sekolah, dan perlengkapan
sekolah lainnya. Hal ini bertujuan agar anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi
penerus.(sep)