38 Anggota Paskibraka Kaltim Diberikan Pembekalan, Sekda: Saling Menguatkan dan Bangun Kolaborasi

img


POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim menggelar  pembekalan kepada  38  anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) Provinsi Kaltim, di Aula Dispora Kaltim,  Kamis  (10/8/2023).

Pembekalan kepada 38 anggota Paskibraka yang berasal perwakilan  kabupaten kota se Kaltim, disampaikan Sekretaris Daedah Provinsi (Sekdaprov) Sri Wahyuni. Dan dihadiri Kepala Dispora Kaltim HM Agus Hari Kesuma berserta jajarannya, para pelatih dan pembimbing Pasibraka Kaltim. 

Sekda Sri Wahyuni  berpesan kepada anggota Paskibraka agar senantiasa mentaati apa yang dilatihkan oleh para pelatih dengan rasa sungguh-sungguh, disiplin dan semangat  yang tinggi. Karena  tugas yang diemban para calon pasukan pengibar bendera merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, dijiwai dengan rasa ikhlas untuk pengabdian kepada generasi muda.

“Tugas dan amanah  ini merupakan kebanggaan yang tidak semua generasi muda terpilih untuk menjadi Paskibraka. Oleh karena itu  harus bersyukur, karena punya kesempatan mengikuti dan menjadi anggota Paskibraka Kaltim,” kata  Sri Wahyuni.

Sri Wahyuni juga berpesan kepada anggota Paskibraka Kaltim agar kegiatan ini bisa dijadikan sebuah peluang, semuanya mendapatkan saudara baru, senasib sepenanggungan, saling hormat menghormati dan saling menghargai, hidup ini harus bisa saling bantu membantu satu sama lain.

“Kemudian  tim harus saling menguatkan, kolaborasi sekarang menjadi penting, bukan kompetesi. Kompetesinya adalah bagaimana membangun kolaborasi sebaik-baiknya itu adalah kompetesi sekarang,” pesan Sri Wahyuni.

Sekda Sri Wahyuni juga memberikan semangat dan motivasi kepada anggota  Paskibraka Kaltim tahun  2023,  bahwa mereka adalah menjadi bagian dari bonus demografi Kaltim tahun  2030,  bonus demografi itu mereka yang dalam usia produktif yang jumlahnya nanti akan banyak, dan  mereka nanti akan menjadi pemimpin-pemimpin di berbagai bidang baik  ekonomi, politik,  sosial budaya,

“Untuk menuju ke sana,  mereka perlu siap mental dan  fisik,  dan tidak hanya intelijen, selama ini  anak-anak muda kita  tidak  lepas dari gadget,  tapi setelah dilatih di sini selama 3 minggu,  mereka betul-betul lepas dari gadget,  dan menjadi  ruang pembinaan mental yang baik  untuk interaksi dengan masyarakat, karena itu mempersiapkan mental dia untuk menghadapi masyarakat ke depan. Mereka memang bertugas sebagai Paskib,  tapi harapan Kita mereka nanti lebih dari itu   karena pembentukan fisik mental, bertugasnya   di Paskib tapi sebenarnya meraka bisa  menjadi agen-agen perubahan pembangunan Kaltim ke depan,” papar Sri Wahyuni.(mar)