Pj Gubernur Minta Tetap Waspada Super El Nino

img

 

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Penjabat Gubernur Kaltim Akmal Malik menegaskan, sesuai arahan  Presiden Republik Indonesia  Joko Widodo  diminta kepada seluruh masyarakat Kaltim dan khususnya kepada dinas instansi terkait tetap waspada terhadap super EL Nino yang melanda tujuh  daerah di Indonesia.

“Kita bersyukur, khususnya di Kalimantan Timur  sudah mulai  turun hujan walaupun tidak maksimal, sehingga dapat mengurangi dampak  dari  kerewananan kebakaran hutan  dan lahan, ” kata Akmal Malik  saat memimpin rapat koordinasi secara virtual,  tindak lanjut  arahan Presiden Republik Indonesia  Joko Widodo, pada Rakor penjabat kepala daerah se Indonesia di Jakarta pada 30 Oktober 2023. Sabtu (4/11/2023) lalu.

Dirjen Otda Kemendagri itu juga berharap kepada dinas instansi terkait yang secara langsung berkaitan dengan tugas-tugas penanganan terhadap dampak super El Nino ini untuk selalu waspada, baik itu BPBD, Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan,  untuk segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait lainnya.

“ini Penting agar kita bisa melakukan antisipasi dan langkah-langkah penanganan  terhadap dampak super El Nino,”tandasnya.

Dampak Super El Nino, Lanjut  Akmal Malik,  naikkannya suhu Bumi, yang menyebabkan  kemarau panjang, sehingga , menyebabkan kemarau dan gagal panen, dan itu telah melanda  beberapa daerah di tanah air, oleh karena itu Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura dan Disperindagkop maupun lembaga terkait   untuk melakukan antisipasi jangan sampai terjadi terhadap kelangkaan komoditi pangan.

“Karena itu kelancaran  distribusi kebutuhan  pokok  masyarakat, sangat penting dilakukan, ini penting untuk menjaga dan mengantisipasi kekurangan stok kebutuhan pokok masyarakat, sehingga tidak terjadi lonjakan harga, yang  menyebabkan inflasi.        

“Oleh karena itu perlu dilakukan antisipasi dengan melakukan  kerja sama antar daerah  yang meliputi seluruh komoditas pangan strategis, setiap item komoditas dikaji oleh setiap daerah, di mana daerah yang kekurangan komoditas mengambil dari daerah yang surplus komoditas pangan, serta   perlunya terus mendorong peran  dan kerjasama dengan dinas dan lembaga,  termasuk TPID   dalam upaya  pengendalian  inflasi di  daerah,” terang Akmal Malik. (mar)