Madri Pani Setuju Bergabung Ke Kaltara Asal Berau Jadi Ibu Kotanya

img

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, TANJUNG REDEB : Ketua DPRD Berau, Madri Pani menanggapi soal wacana bergabungnya Kalimantan Utara (Kaltara) dan Berau. Menurutnya bahwasannya tidak mudah untuk mengabungkan Berau ke Kaltara.

"Kalau mau ya Berau jadi ibu kotanya baru saya setuju. Tapi kalo untuk gabung masa kita mau meninggalkan IKN. Sedangkan daerah lain berebut untuk di jadikan ibu kota. Berau malah ingin meninggalkan ibu kota, logikanya dimana? " ucap Madri Pani mempertanyakan, Selasa (7/11/2023) di Kantor DPRD Jalan Gatot Subroto.

Lanjut Madri Pani, kalo ditanya setuju atau tidak setuju, tentu harus ada persetujuan dari masyarakat. Dan dirinya mempertanyakan soal ada yang mengatakan bahwa 70% warga setuju.

"Dalam hal itu warga yang mana? 70% itu siapa orangnya, tidak bisa main klaim sendiri," tegasnya.

Ketua DPRD, Madri Pani mengapresiasi kebijakan Kaltim yang benar-benar memberikan kontribusi nyata, contoh dengan adanya peningkatan akses jalan menuju objek wisata sebagai penyangga IKN ke depan.

“Masa kita yang sudah dipersiapkan untuk menyangga IKN mau melepaskan diri begitu saja? Maka pesan saya, sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan ini. Lakukan pengkajian dengan sungguh-sungguh dan melibatkan seluruh masyarakat Berau. Kalau saat ini mereka mengklaim survei 70 persen warga Berau setuju, coba kita buat juga survei pembanding yang benar-benar melibatkan masyarakat Berau seutuhnya,” ujarnya.

Tentunya lebih besar anggaran yang di dapat untuk di prioritaskan, saat ini saja  Gubernur sebelumnya Isran Noor memberikan keistimewaan terhadap Kabupaten Berau dan 10 Kabupaten lainnya.

Madri Pani mengungkap anggaran Berau yang di terima dari transfer provinsi mencapai Rp 500 miliar, tapi tidak jauh berbeda dari dana yang diberikan kepada kota Samarinda. Awalnya dapat Rp 300 miliar sekarang sudah Rp 500 miliar lebih.

"Kita nomor 2 loh, artinya juga kan kita di persiapkan Gubernur kita pada saat itu sebagai penyangga IKN, agar nanti wisata bisa kita jual sebagai pengganti yang selama ini pendapatan daerah kita ketergantungan dengan pertambangan," tutupnya. (sep/Nad/Advetorial)