Disnakertrans Kutim Dorong Penigkatan SDM dan Ekonomi Transmigran

img

Kepala Bidang Transmigrasi Disnakertrans Kutim, Isriza

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUTIM- Disnakertrans Kutai Timur,mendorong percepatan penigkatan ekonomi kerakyatan dengan metode pengembangan sumber daya manusia(SDM) dengan melakukan pembekalan dan pemberdayaan UMKM sectoral.

Kepala Bidang Transmigrasi Disnakertrans Kutim, Isriza mengatakan, program ini mencakup berbagai aspek, mulai dari bantuan bibit, rehabilitasi fasilitas umum, hingga pelatihan UMKM. Melalui program ini, pemerintah daerah berharap dapat meningkatkan kapasitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat transmigran di Kutai Timur.

"Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan hasil pertanian dan ekonomi masyarakat," ujar baru-baru ini.

Pihak Disnakertrans dalam hal ini terus melakukan terobosan. Tak lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigran,

"Salah satu program unggulan yang dilaksanakan Disnakertrans Kutai Timur adalah bantuan bibit. Program ini bekerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur dan dinas teknis terkait untuk menyediakan bibit bagi masyarakat transmigran,"ujarnya.

Dijelaskan, pada  2023, Disnakertrans Kutai Timur telah menyalurkan bantuan bibit kepada 1.000 kepala keluarga transmigran. Bibit yang disalurkan meliputi bibit padi, jagung, kacang tanah, dan sayuran.

Meski demikian, pembenahan sectoral terus dilakukan, seperti bantuan bibit, rehabilitasi fasilitas umum di kawasan transmigrasi. Upaya ini untuk memperbaiki dan memanfaatkan kembali fasilitas umum(Fasum) yang menjadi peninggalan dari program transmigrasi sebelumnya.

"Pemanfaatan kembali fasilitas yang sudah ada menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigran," tambah Isriza.

Pada 2023, Disnakertrans Kutai Timur telah merehabilitasi berbagai fasilitas umum di kawasan transmigrasi, antara lain jalan, jembatan, dan sarana ibadah.

Program pengembangan SDM transmigran di Kutai Timur juga mencakup pelatihan UMKM. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat transmigran dalam mengelola usaha kecil dan menengah.

"Dalam upaya meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat transmigran, kami menyelenggarakan pelatihan UMKM," tegas Isriza.

Pihak Disnakertrans sendiri, tahun ini telah menyelenggarakan pelatihan UMKM kepada 500 orang transmigran. Pelatihan ini meliputi manajemen keuangan, pemasaran, dan produksi.

Kendati wilayah kewenangan Disnakertrans terbatas pada tujuh kecamatan dengan 49 Desa, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif secara luas bagi masyarakat transmigran di Kutai Timur.

"Melalui kolaborasi lintas sektor dan berbagai program unggulan, pemerintah daerah berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat transmigran di wilayah tersebut," tutup Isriza.

Walhasil, program pengembangan SDM transmigran di Kutai Timur mendapat sambutan positif dari masyarakat.

"Upaya peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat transmigran, kami menyelenggarakan pelatihan UMKM. Hal ini bertujuan untuk memberikan keterampilan dan pemahaman bisnis kepada mereka, sehingga dapat mandiri dan berkembang," tegas Isriza.

Diketahui, meskipun wilayah kewenangan Disnakertrans terbatas pada tujuh kecamatan dengan 49 desa, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif secara luas bagi masyarakat transmigran di Kutai Timur. Melalui kolaborasi lintas sektor dan berbagai program unggulan, pemerintah daerah berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat transmigran di wilayah tersebut.(adv/nan)