Aplikasi Stunting di Kutim, Upaya Identifikasi Kasus Lebih Akurat
Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Ronny Bonar H Siburian.
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUTIM- Pelaksana Tugas
(Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Ronny
Bonar H Siburian menjelaskan pihaknya sedang meluncurkan aplikasi stunting.
Aplikasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kasus stunting di Kutim dengan
lebih jelas.
Hal ini diharapkan dapat mempermudah proses
penanganan, terutama dalam konteks penyeragaman data untuk identifikasi yang
benar dan akurat.
Peluncuran aplikasi stunting ini sebagai
upaya mendukung Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan dan
Penurunan Stunting. Aplikasi ini dikembangkan bersama dengan SKILL ICT
Solution, perusahaan terkemuka di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi.
"Sebenarnya yang bisa mengatakan
stunting dan tidak stunting itu dokter. Stunting itu pasti pendek, tetapi
pendek itu belum tentu stunting. Stunting ini akan dideteksi 1000 hari pertama
kelahiran," jelas Ronny , Kamis (23/11/2023).
Menurut data dari Dinas Kesehatan, prevalensi
stunting di Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2022 mencapai 27,4 persen, namun
mengalami penurunan menjadi 24,7 persen pada tahun 2023. Penurunan ini menjadi
landasan utama bagi inisiatif pemerintah dalam menghadapi tantangan gizi,
terutama stunting.
Ronny juga menekankan pentingnya upaya
strategis untuk mencegah dan mengatasi masalah gizi, khususnya stunting,
melalui deteksi dini. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan secara rutin di
Posyandu menjadi kegiatan kunci dalam upaya ini.
Sebagai langkah awal, rencananya Desa Swarga
Bara di Kecamatan Sangatta Utara ditetapkan sebagai sasaran penanganan stunting
dan pilot project. Pelaksanaan program ini melibatkan Posyandu Asoka dan Posyandu
Prodesa sebagai mitra utama.
"Harapannya, melalui aplikasi stunting
dan upaya pencegahan yang terintegrasi, Kutai Timur dapat mengurangi angka
stunting secara signifikan," harapnya.
Aplikasi stunting di Kutai Timur memiliki
beberapa fitur utama, seperti, Entry data yang
digunakan untuk memasukkan data stunting, baik dari data survei maupun
data posyandu.
Selain itu, fitur ini digunakan untuk
menganalisis data stunting, baik secara individu maupun kelompok.
"Fitur ini digunakan untuk memberikan
rekomendasi penanganan stunting berdasarkan hasil analisis data. Aplikasi ini
diharapkan dapat menjadi alat bantu yang efektif dalam upaya penurunan angka
stunting di Kabupaten Kutai Timur," tandasnya.(adv/nan)