Kutim Komitmen Tangani HIV-AIDS, Layanan Tes dan Pengobatan Gratis
Kepala
Dinkes Kutim, Bahrani Hasanal
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUTIM- Pemerintah
Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, terus
berupaya menanggulangi penyebaran HIV-AIDS di wilayahnya. Upaya tersebut
dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan memberikan layanan tes dan
pengobatan HIV secara gratis.
Kepala Dinkes Kutim, Bahrani Hasanal
mengatakan, komitmen tersebut merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam
menangani HIV-AIDS.
"Kami ingin memastikan bahwa semua orang
yang membutuhkan layanan tes dan pengobatan HIV dapat mengaksesnya dengan mudah
dan tanpa biaya," ujarnya.
Saat ini, Dinkes Kutim telah memiliki layanan
tes HIV di semua rumah sakit pemerintah, 21 puskesmas, serta 3 rumah sakit
swasta. Sedangkan untuk layanan pengobatan HIV, terdapat 13 layanan di 1 rumah
sakit pemerintah, 9 puskesmas, serta 3 rumah sakit swasta.
"Kami juga terus melakukan sosialisasi
dan edukasi kepada masyarakat tentang HIV-AIDS," kata Bahrani.
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan
kesadaran masyarakat tentang bahaya penyakit tersebut dan cara-cara
pencegahannya.
Berdasarkan data Dinkes Kutim, jumlah kasus
HIV-AIDS di Kabupaten Kutai Timur terus meningkat dalam beberapa tahun
terakhir. Pada tahun 2022, terdapat 1.322 kasus HIV-AIDS di Kutim, meningkat dari
1.103 kasus pada tahun 2021.
Meski demikian, Bahrani optimistis bahwa
upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah akan dapat menekan angka penyebaran
HIV-AIDS di Kutim.
"Kami akan terus bekerja keras untuk
mewujudkan Kutim yang bebas HIV-AIDS," tegasnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, dukungan
dari semua pihak, termasuk masyarakat, sangat dibutuhkan. Masyarakat diharapkan
dapat berperan aktif dalam pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS.
Salah satu cara yang dapat dilakukan
masyarakat adalah dengan melakukan tes HIV secara rutin. Tes HIV dapat
dilakukan di layanan-layanan tes HIV yang tersedia di Kutim. Tes HIV merupakan
cara yang paling akurat untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi HIV atau
tidak.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat
menerapkan gaya hidup sehat untuk mencegah penularan HIV. Gaya hidup sehat
tersebut antara lain menghindari perilaku berisiko, seperti berganti-ganti
pasangan seksual tanpa pengaman, dan menggunakan narkoba suntik.
Dengan kerja sama dan dukungan dari semua
pihak, diharapkan penyebaran HIV-AIDS di Kabupaten Kutai Timur dapat ditekan
dan target Kutim bebas HIV-AIDS dapat tercapai.(adv/nan)