6 SLB Kukar Mengikuti Pelatihan Massage dan Nail Art

img

Siswa-siswi SLB beserta para tenaga pendidik

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,-KUKAR-Dalam rangka meningkatkan kapasitas peserta didik Sekolah Luar Bisa (SLB) Kukar. Belum lama ini Dinas Pendidikan Cabang Wilayah III memberikan pelatihan Massage dan Nail Art.

Kegiatan ini digelar di Hotel Horison Samarinda. Mulai dari Senin 28 November hingga 30 November 2023 lalu. Dalam kegiatan ini Disdik Cabang Wilayah III menggaet intstruktur massage dari salah satu Owner perawatan di Kaltim yang bernama Rumah Lulur Bungas.

Pelatihan ini diikuti oleh 6 SLB yang ada di Kukar. Yaitu SLB Negeri Tenggarong, SLB Bina Insan Mandiri, SLB Kutai Kartanegara, SLB Mutmainah, SLB Tunas Mandiri, dan SLB Harapan Insani

Jafar Khodori,M.App.Ling. selaku Kasi Pendidikan Menengah Atas dan PKLK (Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus) Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Kalimantan Timur, menyampaikan sebelumnya juga telah dilakukan pelatihan seperti tata boga, tata rias dan pelatihan bekam bagi para siswa-siswi SLB Kukar.

“Selama ini sudah dilaksanakan pelatihan, pembekalan bagi siswa-siswa SLB namun kegiatanya digelar di SLB Negeri Tenggarong jadi ini merupakan pelatihan atau Bimtek lanjutannya” Uuar Jafar.

Lanjutnya, tahun depan Disdik akan lebih mempertajam pemberian pelatihan tidak hanya pengembangan kompetensi. Namun juga akan diadakan lomba-lomba bagi anak anak atau panggung seni bagi siswa-siswi SLB.

Ia juga mengatakan pelatihan ini digelar diluar sekolah atau dijadikan satu tempat agar praktis. Dan memudahkan baik panitia, tenaga pendidik serta siswa dalam mengikuti pelatihan yang digelar.

Jafar menyampikan kedepannya tidak hanya siswa yang mendapatkan pelatihan. Tenaga pendidik juga akan diberi pelatihan untuk lebih meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia. Karena tidak mudah menjadi tenaga pendidik untuk anak anak berkebutuhan khusus.

Menurutnya kendala sejauh ini tidak terlalu menjadi masalah. Namun selama ini sedikit kurang maksimal komunikasi antara disdik dan sekolah-sekolah SLB yang ada di Kukar. Yang mana terutama pihak Disdik harus berbicara kepada kepala sekolah di tiap SLB yang ada di Kukar. Kegiatan serta kebutuhan apa yang diperlukan sesuai untuk para siswa-siswi SLB atau anak-anak berkebutuhan khusus.

“Harapannya kegiatan berkelanjutan, meski tidak komperhensif minimal memberikan pembekalan dan pengalaman, bersosialisasi dengan teman-teman dari sekolah lain. Untuk siswa-siswi SLB beserta tenaga pendidiknya” tutupnya.(*tan)