Festival Sangkulirang 2023 Sukses, Bupati Minta Jadi Agenda Tahunan

img

 

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUTIM- Festival Sangkulirang 2023 digelar oleh Dinas Pariwisata (Dispar). Festival ini menyuguhkan berbagai acara menarik, mulai dari lomba perahu naga, lomba ketinting, lomba kuliner, lomba mancing, hingga hiburan musik.

Festival Sangkulirang ini juga dilengkapi dengan bazar UMKM serta tari-tarian tradisional dan modern.

Tak hanya itu, selama beberapa hari dilaksanakan, Festival Sangkulirang juga dirangkai dengan beragam lomba diantaranya lomba menyanyi, tari Jepen, stand kreatif, memancing, layangan gelasan.

Masyarakat sangat Antusias. Semaraknya perhelatan Festival Sangkulirang 2023 membuat Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman berencana menjadikan festival ini sebagai agenda tahunan.

Pada malam penutupan, Sabtu (2/12/2023), ribuan massa membanjiri Lapangan Sepak Bola Rajawali, Desa Benua Baru Ilir Kecamatan Sangkulirang, untuk menyaksikan penampilan penyanyi dangdut Fildan dan Meggy Diaz.

Bupati Ardiansyah yang hadir dalam acara tersebut mengaku puas dengan penyelenggaraan Festival Sangkulirang 2023. Ia menilai festival ini telah sukses menjadi ajang promosi pariwisata dan ekonomi kreatif di Sangkulirang.

"Saya mendengar antusias warga melihat perlombaan perahu naga dalam rangkaian Festival Sangkulirang. Jadi saya ingin festival ini menjadi kegiatan tahunan untuk di Sangkulirang," ujar Ardiansyah.

Bupati juga mengatakan ke depan bakal ada turnamen terbuka perahu naga yang diikuti peserta bukan hanya se-Kaltim tapi di luar Kaltim.

Selain itu, Ardiansyah juga menyampaikan rencananya untuk menggelar Sail Sangkulirang pada tahun 2024. Namun, rencana tersebut masih menunggu izin dari pemerintah pusat.

"Cuma karena di 2024 ada pemilu Legislatif, Presiden, Pilkada, kemungkinan besar dilihat dulu apakah pemerintah memberikan izin atau tidak. Namun apabila izinnya keluar di 2025 lebih bagus lagi," terangnya.

Bupati Ardiansyah menegaskan, agenda-agenda seperti Festival Sangkulirang dan Sail Sangkulirang merupakan keniscayaan atau kewajiban bagi Pemkab Kutim. Pasalnya, agenda-agenda tersebut dapat membuka semua potensi yang ada di Kutim.

"Potensi yang sedang berkontribusi besar yaitu batu bara mulai dihilangkan pada 2050. Oleh karena itu Pemkab Kutim semangat mengangkat potensi yang lain," pungkasnya.(adv/nan)