Lonjakan Bantuan Pangan di Berau Jelang Lebaran: Dari 5 Ribu ke 12 Ribu KK, Upaya Redam Beban dan Inflasi

img

Kepala Perum Bulog Berau, Lucky Ali Akbar.

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bersama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) menghadirkan kabar menggembirakan bagi masyarakat. Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Lapangan Pemuda, Tanjung Redeb, Selasa (17/3/2026) lalu, jumlah penerima bantuan pangan meningkat tajam, bahkan lebih dari dua kali lipat dibandingkan sebelumnya.

 

Program yang menjadi bagian dari kebijakan nasional ini tak hanya sekadar seremoni tahunan menjelang Lebaran. Di Kabupaten Berau, GPM hadir dengan skala yang jauh lebih besar, menjangkau 12.212 kepala keluarga (KK), meningkat signifikan dari sebelumnya sekitar 5.000 KK. Lonjakan ini dinilai menjadi langkah konkret pemerintah dalam memperluas perlindungan sosial, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Ramadan hingga Lebaran.

 

Kepala Perum Bulog Berau, Lucky Ali Akbar, mengungkapkan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari bantuan pangan yang diinisiasi pemerintah pusat melalui data penerima dari Kementerian Sosial.

 

“Kalau sebelumnya hanya sekitar 5.000 penerima, sekarang meningkat menjadi 12.212 KK. Ini peningkatan yang sangat signifikan. Harapannya tentu bisa benar-benar meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

 

Dalam program ini, setiap penerima bantuan mendapatkan jatah 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Namun, karena alokasi yang diberikan mencakup dua bulan sekaligus, yakni Februari dan Maret 2026, maka bantuan yang diterima langsung berlipat menjadi 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Bagi sebagian masyarakat, jumlah tersebut menjadi penopang penting dalam memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga, terutama di tengah kecenderungan kenaikan harga bahan pangan menjelang hari besar keagamaan.

 

Penyaluran bantuan ini tidak hanya terpusat di ibu kota kabupaten, tetapi akan menjangkau seluruh 13 kecamatan di Kabupaten Berau. Sementara kegiatan di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb menjadi titik awal atau simbolis peluncuran untuk wilayah perkotaan dan sekitarnya.

 

Lebih dari sekadar distribusi bantuan, Gerakan Pangan Murah juga memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Pemerintah berharap program ini mampu menekan lonjakan harga bahan pokok yang kerap terjadi menjelang Lebaran, sekaligus mengendalikan inflasi.

 

Dengan ketersediaan bahan pangan yang cukup dan harga yang lebih terjangkau, masyarakat diharapkan dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang tanpa tekanan ekonomi yang berlebihan. Lucky juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat memiliki rencana untuk melanjutkan program bantuan pangan ini hingga empat bulan dalam tahun 2026. Namun, pelaksanaannya masih menunggu keputusan dan jadwal resmi dari Pemerintah Pusat (Pempus).

 

“Untuk rencana bantuan selama empat bulan memang ada, tapi untuk waktunya masih menunggu kebijakan dari pusat. Hari ini baru tahap awal pelaksanaan,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa untuk distribusi minyak goreng masih dalam proses pengiriman, sehingga penyalurannya akan dilakukan secara bertahap.

 

Melalui Gerakan Pangan Murah ini, pemerintah berharap dapat menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.

Di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang Lebaran, kehadiran program ini menjadi bukti nyata upaya pemerintah dalam memastikan tidak ada masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Dengan cakupan penerima yang semakin luas, GPM di Berau diharapkan menjadi salah satu solusi efektif dalam menjaga daya beli sekaligus stabilitas ekonomi daerah. (sep/FN)