Diusia 67 Tahun Kaltim, Pj Gubernur : Ajak Masyarakat Tidak Melupakan Sejarah

img

 

PROVINSI Kalimantan Timur (Kaltim) akan genap berusia 67 tahun pada Selasa, 9 Januari 2024. Usia yang sudah cukup matang dan penuh kemajuan. Tentu saja, Benua Etam di era tahun 1957 tak sama dengan Kalimantan Timur saat ini. Saat awal dimekarkan dari Provinsi Kalimantan Selatan, tentu saja Kalimantan Timur belum memiliki bandara dan pelabuhan representatif seperti saat ini. 

Saat itu, jalan beraspal masih belum banyak. Sebagian besar jalan nasional, jalan provinsi dan jalan kabupaten/kota masih berwujud tanah dan sedikit sekali agregat. Belum lagi ada jalan tol.

Melewati perjalanan waktu dan momentum Hari Jadi Provinsi Kaltim tahun ini, Penjabat (Pj) Gubernur Akmal Malik mengajak seluruh rakyat Kaltim untuk tidak melupakan sejarah.

“Di hari ulang tahun ke-67, kami mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Timur untuk tidak melupakan sejarah. Tidak melupakan jasa-jasa para pendahulu kita yang telah memajukan, mengangkat harkat dan martabat Provinsi Kalimantan Timur,” tegas Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik pada Rapat Paripurna Ke-2 DRPD Provinsi Kaltim dengan agenda Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-67 Provinsi Kalimantan Timur di Gedung Utama DPRD Kaltim, Senin (8/1/2024).

Tidak melupakan jasa para pendahulu yang dimaksud Akmal, berangkat  dari awal provinsi ini berdiri hingga periode kepemimpinan Kaltim saat ini.

“Oleh karena itu, mari kita terus mengingat sejarah dan memanjatkan doa kepada para pendahulu kita dan para tokoh yang berjasa untuk Kalimantan Timur,” imbuhnya.

“Hari ini saya hanya sebagai Pj, gubernurnya  Pak Isran dan wakilnya Pak Hadi,” canda Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri itu disambut senyum mantan Gubernur Kaltim Isran Noor dan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi, serta riuh hadirin pada rapat paripurna tersebut.

Lebih jauh dijelaskan Akmal, menurutnya, sangat tepat jika Kaltim ditetapkan sebagai ibu kota negara, Ibu Kota Nusantara (IKN). IKN akan menjadi simbol kemajuan masa depan dan pemerataan pembangunan yang adil dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Dari Kaltim mata air akan mengalir. Dari Kaltim semangat menyala-nyala untuk keberlangsungan peradaban Ibu Pertiwi,” tandasnya lagi.

Akmal berharap, berbagai capaian pembangunan yang telah diraih di bawah kepemimpinan para kepala daerah dan DPRD menjadi pemicu untuk Kaltim ke depan lebih maju dan berkembang. Kolaborasi dari pemerintah dan DPRD serta partisipasi aktif masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan dan kebanggaan Kaltim di masa depan.

Selanjutnya, bayangan masa depan dunia yang masih tidak baik-baik saja harus ditatap dengan penuh semangat  dan optimis.

“Tahun 2024 kita akan tingkatkan daya saing SDM dan infrastruktur  daerah yang andal untuk mendukung transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” yakin Akmal.  

Dia menegaskan IKN akan menjadi investasi jangka panjang Indonesia. Kota yang akan menjadi pusat peradaban dunia masa depan. Sedangkan Kaltim akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia.

“Saya mengajak kita semua mari memberi pengabdian terbaik kepada Benua Etam untuk Nusantara dengan semangat Ruhui Rahayu,” pungkas Akmal.(mar)