PTMB Minta BWS Tambah Produksi Air Baku 4 hari 100 persen

img


POSKOTAKALTIMNEWS.COM, BALIKPAPAN : Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) membatasi jumlah produksi air baku dari efek menurunnya level air waduk Manggar dan tritip akibat musim kemarau kemarin.

Adapun air baku yang tersedia di Waduk Manggar hanya mengharapkan tadah hujan, saat ini hujan semakin intens, permukaan air Waduk Manggar ikut meningkat sehingga memungkinkan bagi PTMB menggunakan air baku lebih banyak untuk menambah jumlah produksi dan didistribusikan kepada pelanggan.

Dalam hal ini PTMB sudah mengajukan izin penambahan produksi melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV.

“Kami sudah mengajukan izin ke BWS, harapannya BWS memberi izin (produksi) air waduk. Untuk saat ini dengan curah hujan yang cukup tinggi, produksi kami masih sama dengan saat curah hujan masih rendah. Yakni dua hari (beroperasi) 100 persen dan satu hari (beroperasi) 50 persen. Dengan ketinggian air waduk 8 meter, sekarang ketinggian air waduk sudah 8,65 meter maka kami meminta penambahan kuota,” ungkap Direktur Utama PTMB Yudhi Saharuddin kepada media, Senin (15/1/2024).

Pihaknya minta izin penambahan penggunaan air waduk yang diusulkan saat ini yakni menjadi empat hari beroperasi 100 persen dan sehari beroperasi 50 persen.

“Dari jumlah itu akan semakin banyak pelanggan yang dapat dijangkau air PTMB. Dibanding saat PTMB melakukan pembatasan efek kemarau lalu. Utamanya pelanggan yang bermukim di kawasan dataran tinggi,” tambahnya.

Pihaknya juga sudah sampaikan ke BWS selaku pemegang kewenangan mengeluarkan izin produksi air baku. Bahkan secara pribadi sudah kami kontak langsung kemarin.

"Turun hujan sudah mulai bagus , level air yang tadinya 8 meter sekarang naik 8,65 meter kami minta penambahan kuota yang tadinya kita produksi 100 persen dua hari kita mau tambah jadi 4 hari 100 persen, 1 hari nya 50 persen,” bebernya.

Upaya ini dilakukan, karena masyarakat Balikpapan berpikir sekarang ini sudah sering hujan tapi produksi air baku belum maksimal. “Mudah-mudahan ini dijawab (BWS) kalau oke kita langsung melakukan produksi 4 hari 100 persen,” ujarnya.

Harapannya dengan produksi 4 hari 100 persen, maka pelanggan yang diujung atau perbukitan bisa terjangkau aliran air bersih PTMB. “Kalau dianalogikan kita produksi 100 persen, pipa itu bisa terisi sampai ke ujung sana. Kalau satu hari baru 100 persen itu baru mengalir diujung sana tapi pas 50 persen pasti tidak akan sampai ke ujung sana. Kalau tidak sampai disana kita antar pakai tanki air,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur operasional PTMB Anang Fadliansyah mengatakan, sembari menunggu izin produksi ditambah, PTMB juga tengah menyiapkan rekayasa distribusi air ke rumah pelanggan.

Termasuk mengandalkan sumur air dalam jadi alternatif berikutnya untuk memastikan ketersediaan air bagi pelanggan.

“Kami sudah mengurus izin untuk beberapa sumur dan sekarang kami akan memulai optimalisasi,” imbuhnya.

Terkait skenario penggunaan air baku saat ini, secara akurasi Anang menambahkan, hal itu sesuai dengan rekomendasi BWS.

“Surat Izin Pengambilan Air atau Sipa harus dipatuhi. Jangan sampai air (baku) yang kami ambil melebihi dari yang ditetapkan karena akan mempengaruhi stabilitas dan keamanan bendungan,” terang Anang.

Lebih lanjut dia menerangkan, saat kemarau melanda, PTMB hanya diperkenankan menggunakan air baku sebanyak 70 persen dari Sipa yang ditetapkan.

“Polanya dua hari 100 persen (beroperasi) dan dua hari (beroperasi) 50 persen. Sekarang sudah diubah menjadi dua hari (beroperasi) 100 persen dan sehari (beroperasi) 50 persen,”pungkasnya.(mid)