Kunjungan ke Mako Raipur A Yonarmed 18/Buritkang, Danpussesarmed : Perlu Perbaikan Kondisi Mako

img

Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Danpussesarmed) Mayjen TNI Mohammad Naudi Nurdika bersama para stafnya.

 

POSKOTAKALTIMNEWS.COM-KUKAR : Setelah diresmikannya IKN di Kalimantan Timur, tentunya memberikan dampak yang sangat luas, tidak hanyak pemerintahan namun juga seluruh stakeholder, salah satunya TNI.

 

TNI sendiri memiliki peran yang sangat besar terhadap Negara, sebab TNI merupkan alat pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Selasa, (16/1/2024) Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Danpussesarmed), Mayjen TNI Mohammad Naudi Nurdika melakukan kunjungan ke Mako Raipur A Yonarmed 18/Buritkang, di Jembayan, Loa Kulu, Kukar.

 

Dalam kunjunganya ia didampingi para staf beserta tim Binlat dari Cimahi. Mayjen TNI Mohammad Naudi Nurdika menjelaskan bahwa tujuan dari kunjunganya ini selain untuk memberikan pengarahan terhadap para prajurit namun juga untuk melihat kondisi Mako dan untuk melakukan pengendalian dan pengawasan, serta evaluasi sekitar kegiatan pembinaan Satlat.

 

“Terkait Satlat kebetulan saya juga kemarin sudah meninjau daerah latihan di Ambarawang, rencananya akan kita laksanakan latihan roket,” ujarnya.

 

Lanjutnya ia akan mengusulkan sesegera mungkin terkait perbaikan Mako, dikarenakan kondisi Baterai A Yonarmed 18/Buritkang yang cukup memprihatinkan.

 

“Dengan kondisi yang kita lihat ini kan dikelilingi sungai, sungai ini kalo meluap naik cukup mengganggu bahkan dapat menyebabkan banjir. Kondisinya jalan pun bisa jadi becek, sehingga rencananya akan diuruk diratakan dirapikan kemudian diharapkan tidak banjir atau meluap lagi,” ujarnya menjelaskan.

Phaknya akan berkoordinasi dengan Kodam serta Pemkab Kukar terkait perbaikan Mako dan akan memaksimalkan tempat seluas sekitar 37 hektar tersebut untuk Mayon nantinya, hal tersebut dikarenakan Baterai A Yonarmed 18/ Buritkang cukup jauh dari pasukannya, yang dimana pasukannya berada di Berau, sehingga dengan jarak kurang lebih 500 kilo tersebut kurang efektif. (*tan)