Waspada DBD, Dinkes Kukar Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR : Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit
menular yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aygepti. Kasus DBD patut
diwaspadai karena apabila terlambat penanganannya dapat mengakibatkan
perdarahan dalam berbahaya.
Pencegahan DBD dapat diawali dengan
melakukan 3 M yaitu, menguras dan menutup tempat penampungan air, memanfaatkan
atau mendaur barang bekas. Kemudian mencegah gigitan nyamuk dengan menggunakan
lotion, membersihkan lingkungan sekitar rumah dan menjaga daya tahan tubuh.
"DBD ini juga tergantung dari curah
hujan, karena jika memasuki musim penghujan pastinya banyak genangan air
sebagai media pertumbuhan DBD," kata Supriyadi Kabid Pengendalian Penyakit
dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kukar, Rabu (31/1/2024).
Bersasarkan data yang diperoleh Dinas
Kesehatan, jumlah kasus DBD sepanjang Januari 2024 sekitar 312 orang. Sementara
dari data tersebut kasus DBD tertinggi di Kecamatan Sebulu mencapai 126 jiwa.
Dalam penanganan kasus tersebut, pihaknya
telah berkolaborasi dengan pemerintah Kecamatan maupun Desa, hingga tingkat RT,
untuk dapat ambil peran dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk.
Adapun gejala masyarakat terkena DBD yakni
disertai demam tinggi, apabila ada yang mengalami hal itu segera diperiksakan
ke fasiltas kesehatan terdekat, agar dapat penanganan awal sehingga tidak ada
keterlambatan yang mengakibatkan kematian.
"Ketika ada warga yang alami gejala
tersebut, segera ke Puskesmas terdekat. Jangan melakukan pengobatan sendiri,
hal itu sangat bahaya apabila terlambat penanganannya," ungkapnya.
Dinas Kesehatan selama ini juga telah
menyiapkan abatisasi atau pemberian serbuk abate pada tampungan air termasuk
bak mandi dan lainnya, dengan tujuan membunuh jentik jentik nyamuk.
Selain itu, fogging atau pengasapan serangga. Pengasapan adalah sebuah teknik yang dipakai untuk membunuh sejumlah serangga, fogging yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan atau Puskesmas dipastikan gratis.
"Apabila ada yang menawarkan fogging
tapi meminta imbala itu dipastikan bukan dari kami," pungkasnya. (riz)