TNI-Polri Siap Amankan Pemilu 2024 di Kukar, Turunkan 953 Personel
(Kapolres Kukar AKBP Heri Rusyaman dan Dandim 0906/KKR
Letkol Inf Jeffry Satria saat mendampingi Bupati Edi Damansyah melakukan
peninjauan logistik Pemilu)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Sebanyak 953 personel gabungan TNI-Polri di Kukar siap mengawal penyelenggaraan pemilu pada 14 Februari nanti.
Hal ini diungkapkan KapolresKukar AKBP Heri Rusyaman dan Dandim 0906/KKR Letkol Inf Jeffry Satria, saat
bersama sama melakukan peninjauan ke gudang logistik KPU Kukar belum lama ini. Pengawalan
dilakukan untuk seluruh tahapan pemungutan suara.
Tidak hanya pada saat pemungutan suara, sebelumnya sudah turut melakukan pengamanan. Mulai dari pendistribusian dan pengamanan logistik ke kecamatan dan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hingga hari pemungutan suara, penghitungan surat suara, serta hasil pencoblosan. Dengan cakupan luas Wilayah, Kukar sendiri memiliki 2.269 TPS, yang tersebar di 20 kecamatan.
Kapolres Kukar, AKBP
Heri Rusyaman, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian akan menurunkn sekitar 682
personel untuk pengamanan pemilu nanti. Personel tersebut tidak hanya dari
Polres Kukar sendiri, namun ada tambahan personel dari Polda Kalimantan Timur
(Kaltim) hingga polsek jajaran.
“Bersama pihak
penyelenggara yaitu KPU serta TNI, kami akan melakukan distribusi logistik H-7
pemungutan suara. H-7 pencoblosan kita mulai pendistribusian logistik Pemilu
dengan KPU. Tentu kita wajib mengamankannya, apalagi dengan kondisi geografis
Kukar yang luas ini," kata Heri.
Heri menyebut distribusi
logistik pemilu harus dipastikan aman sampai lokasi. Melihat kondisi geografis
Kukar, mulai dari hulu, tengah hingga pesisir, hal tersebut menjadi tantangan
tersendiri bagi pihak keamanan.
“ Mulai dari jalur darat
hingga air, Untuk itu kami koordinasi dengan polsek jajaran dan koramil
masing-masing daerah setempat . Tiap TPS nanti akan dijaga dua personel Polri,
dua anggota linmas dan anggota TNI” jelasnya
Sementara Dandim
0906/KKR Letkol Inf Jefrry Satria mengungkapkan, TNI turut dalam melakukan
pengamanan pemilu nantinya, dengan menurunkan sekitar 271 personel.
“Kami TNI juga akan
menurunkan personel, hal ini berdasarkan MoU antara Panglima TNI dan Bapak
Kapolri. Kami juga dibantu oleh personel dari Kodam VI/Mulawarman sebanyak 150
personel,” ungkap Jeffry.
Jeffry mengatakan bahwa
TNI akan fokus dalam memastikan keamanan pada pemilu 14 februari nanti, dan
akan mendukung penyelenggaraan pemilu agar senantiasa aman dan kondusif.
Adapun beberapa daerah dan TPS yang dianggap rawan.
Jeffry memastikan Kodim dan Polres telah melakukan pemetaan terhadap
karakteristik geografis dan masyarakatnya. Manakala berpotensi menimbulkan
konflik sosial.(*tan)