PDIP Kukar Telusuri Dugaan Kecurangan Pada Pemilu 2024
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Badan Pemenangan (BP) Pemilihan Umum (Pemilu) Dewan Pimpinan
Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kukar mendeteksi atau
menduga, adanya kecurangan terhadap pelaksanaan pemilu yang berlangsung pada 14
Februari 2024 kemarin.
Hal itu disampaikan oleh Ketua BP Pemilu DPC PDIP Kukar Junaidi,
di Sekretariat DPC PDIP Kukar, Jum'at (16/2/2024) malam.
Ia mengatakan, ada beberapa kecurangan di TPS dalam proses Pemilu
yang berlangsung kemarin. Atas dugaan tersebut pihaknya akan melakukan proses
tracking, karena saksi dari DPC PDIP sempat mendapat larangan untuk melakukan
foto terkait dengan hasil C1 Plano maupun lainnya.
"Pastinya hal ini menjadi catatan kita dan nanti bersama BHR
bagian Hukum di PDIP akan menelusuri hal tersebut," katanya.
Permasalahan tersebut akan dikaji lebih dahulu, apabila memang
terbukti maka PDIP akan menempuh jalur hukum dengan mempidanakan pelaku
kecurangan pada pelaksanaan Pemilu.
PDIP sangat serius dan teliti dalam melakukan proses penghitungan
suara di setiap Dapil. Pihaknya selalu diminta oleh Ketua DPC untuk fair dalam
pertarungan politik.
"Alhamdulillah dengan upaya yang dilakukan kita mampu meraih
suara yang siginifikan," ungkapnya.
Sementara terkait dengan mekanisme pengumpulan data perolehan
suara Calon Legislatif (Caleg) PDIP Kukar yakni, mengeluarkan porsi di setiap
Dapil terkait denga jumlah data.
"Bank data kita sangat lengkap sekali. Terima kasih
masyarakat Kukar yang yelah menyalurkan hak suaranya, hal ini merupakan
kemenangan rakyat Kukar," ujarnya.
Sementara itu Sekretaris Bidang Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPC
PDIP Kukar Efendi Hariadi menyebutkan, penghitungan suara caleg PDIP dilakukan
dengan cepat dan live. Kukar memiliki 2.269 Tempat Pemungutan Suara (TPS), dan
pihaknya menyiapkan saksi di masing masing TPS tersebut.
"Saksi kita sudah diberikan pelatihan, dan kami juga memliki
ruangan kamar hitung dengan 40 inputer baru ada di PDIP Kukar," sebut
Efendi Hariadi.
Sehingga perolehan data yang masuk bukan hanya dari lembaran fisik C1, namun ada saksi dari PDIP yang melakuka foto hasil penghitungan suara. Dan dipastikan data tersebut dikirim dengan cepat dari TPS ke PDIP Kukar.
"Kecepatan dalam pengimpunan data suara itu sangat maksimal,
ada 2 sistem yang digunakan yaitu sistem yang kita bangun bersama BSPN dan
sistem yang direkomendasikan BSPN secara nasional," pungkasnya. (riz)