Ledakan KM Irma di Tanjung Redeb, Dua ABK yang Selamat Alami Luka Bakar
POSKOTAKALTIMNEWS,
BERAU : Pada Jumat
malam, (01/3/2024), Kapal Motor (KM) Irma yang membawa 900 tabung gas elpiji 3
kg dan sembako meledak saat sandar di dermaga darurat Sei Bedungun, Tanjung
Redeb.
Dua Awak kapal menjadi korban dan
telah dilarikan ke rumah sakit dr Abdul Rivai, di mana mereka sedang menjalani
perawatan intensif.
Ledakan tersebut menciptakan
radius hingga 1 kilometer, memicu kerusakan pada rumah warga. Awalnya, ledakan
dianggap sebagai bom karena efek getaran yang signifikan.
Direktur RSUD dr Abdul Rivai, dr
Jusram, menjelaskan bahwa kedua korban, Supriadi (17 tahun) dengan luka bakar
39 persen, dan Sapril dengan luka bakar 42 persen, saat ini bisa berkomunikasi,
meskipun kondisi luka mereka dikategorikan sebagai luka bakar sedang.
"Kedua korban kapal selamat
dari peristiwa ini dan keduanya merupakan warga Pulau Maratua yang sedang
melakukan pengangkutan logistik dari kota Tanjung Redeb," ujar Jusram,
Sabtu (02/3/2024).
Sementara, Kapolsek Tanjung Redeb, AKP Novita Citra, memberikan penjelasan terperinci terkait ledakan kapal yang
terjadi baru-baru ini. Kapal tersebut, milik Soyo, sering digunakan untuk
mengangkut sembako dan kebutuhan lainnya dari Tanjung Redeb ke Maratua.
Sebelum kejadian tragis, kapal
Soyo bertambat di rumah pemiliknya, bersandar di Dermaga Darurat di belakang
Mesjid Mardhatillah.
"Tiba-tiba, kapal meledak.
Soyo, pemilik kapal, menyaksikan kapalnya tenggelam dan segera menolong dua
anak buah kapal (ABK) yang berada di dalam kapal," ucap Novita.
Ia segera menelpon aparat Kepolisian,
sementara pemilik kapal lainnya memberikan bantuan evakuasi dengan dukungan
warga sekitar.
Korban ledakan, dua ABK, telah
dibawa ke Rumah Sakit Abdul Rivai untuk mendapatkan perawatan intensif. Satu
awak kapal selamat dari peristiwa karena berada di luar kapal saat kejadian.
Demikian, kerugian materil yang dialami Soyo mencakup kapal yang tenggelam berisi 30 karung sembako, 800 buah gas LPG ukuran tiga kilogram, 80 tabung gas LPG ukuran 5,5 kilogram, dan 20 buah LPG 12 Kilogram - semua sedang dalam proses perhitungan.
Penyebab ledakan kapal ini,
menurut AKP Novita Citra, disebabkan oleh kebocoran tabung gas LPG dan muatan
yang berlebihan. Gesekan antara tabung gas yang bocor memicu percikan api yang
kemudian mengakibatkan ledakan mengerikan. (Sep/Nad)