KPU Perkenalkan ‘Si Teda’ Maskot Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kukar 2024

img

(KPU Kabupaten Kutai Kartanegara memperkenalkan maskot baru mereka untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2024, Si Teda/pic:tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR:Sabtu (27/04/2024), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutai Kartanegara (Kukar) memperkenalkan maskot Pemilihan Bupati dan Wakilo Bupati Kukar 2024. Berbeda dari maskot-maskot sebelumnya yang mengangkat tema fauna, tahun ini KPU Kukar mengangkat tema flora.

Maskot tersebut bernamakan ‘Si Teda’, atau Tenggarong Pilkada. Maskot ciptaan Halifah Nur Rahmansyah ini terinspirasi dari flora di Kukar bernama Bunga Tegaron yang memiliki nama latin Crataeva Nurvala atau Crataeva Adansonii.

Maskot Si Teda ini untuk pemilihan Bupati dan Wabup ini diperkenalkan KPU Kukar.

Hal ini diiungkapkan Ketua KPU Kukar Rudi Gunawan. Maskot ini telah melalui proses seleksi selama tiga hari oleh dewan juri untuk menetapkan yang terbaik.

Setelah dibuka pendaftaran Lomba Cipta Karta Maskot awal bulan April ini. Dari 11 peserta, terdapat tiga juara. Posisi juara ketiga ditempati Miftach Arifin dengan maskot Ermo, juara kedua oleh Gusti Prayogo Pangestu dengan maskot Si Kulih. Dan sang pemenang Halifah dengan maskot Si Teda.

“Kami ingin memperkenalkan kearifan lokal Kukar melalui maskot ini, sehingga masyarakat ikut semangat dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati nanti. Dan maskot yang ini sangat out of the box, karena untuk pertama kalinya dia flora dan berjenis kelamin wanita. Dia juga tidak menggunakan aksesoris tertentu, netral, yang membanggakan lagi yang menggarapnya asli Kukar,” terang Rudi pada acara rilis maskot Pilkada Kukar Tahun 2024 di Kantor KPU.

Dalam seleksinya, Rudi memastikan KPU dan dewan juri aktif berkonsultasi dengan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Dan setelah konsultasi tersebut, Si Kulih terpilih dikarenakan memiliki makna yang unik dan sangat kental dengan kebudayaan Kutai. Dimana, Bunga Tegaron ini terkenal menjadi olahan makanan di tanah kutai. Sebagai panganan yang direndam air panas bercampur sedikit garam, yang kemudian dicocol sambal khas Kutai.

“Jadi kuliner ini sudah jarang ditemukan. Bahkan Si Teda ini disebut kerabat kesultanan sesuai dengan rasa bunga Tegaron yang pahit. Sesuai dengan proses Pilkada yang terkadang berlangsung sedikit pahit,” katanya.

Rudi juga memastikan maskot ini nantinya akan disosialisasikan juga kepada masyarakat terkait filosofinya. Peluncuran secara resminya akan dilakukan bersama Launcing Pilkada 2024 dalam waktu dekat ini.

“ Para juara tiga sampai satu juga mendapat penghargaan dari KPU Kukar. Karena telah menjaga nilai-nilai budaya melalui maskot. Berupa uang tunai senilai Rp 5 Juta bagi juara tiga, Rp 7 Juta bagi juara dua dan Rp 10 Juta bagi juara satu.” tuturnya.

“Kami harapkan maskot ini bisa membantu promosi Pilkada tingkat kabupaten Kukar dengan nilai budayanya. Sehingga bisa membuat pelaksanaan Pilkada berlangsung netral dan kondusif, serta memperkenalkan kuliner Kutai,” tutupnya. (*tan)