Krisis Air Bersih di Balikpapan, Langkah Cepat PTMB untuk Mengatasi Keluhan Warga
Direktur Utama PTMB,
Yudhi Saharuddin
POSKOTAKALTIMNEWS,BALIKPAPAN: Krisis air bersih
yang melanda beberapa kawasan di kota Balikpapan dalam beberapa bulan terakhir
telah memicu banyak keluhan dari warga.
Keluhan
tersebut kerap kali disampaikan melalui akun media sosial Walikota Balikpapan
dan Perusahaan Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB).
Direktur
Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, didampingi Tenaga Ahli Hubungan Masyarakat PTMB,
Adelina, menyatakan bahwa dalam minggu ini, pihaknya akan turun langsung ke
lapangan untuk memeriksa kondisi secara langsung guna memastikan informasi yang
akurat dan memantau perkembangan distribusi air bersih kepada masyarakat.
“Kami
ingin mengetahui secara pasti kondisi di lapangan serta keluhan masyarakat
terkait pelayanan distribusi air PTMB,” ujar Yudhi saat ditemui di ruang
kerjanya pada Selasa (21/5/2024).
"Jika
ditemukan kendala, kami akan segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jalur
distribusi, sehingga warga yang sebelumnya tidak mendapatkan aliran air bersih
dapat menikmatinya.
"Yudhi
menambahkan, pihaknya akan mengikuti arahan Walikota Balikpapan untuk merespon
cepat setiap keluhan masyarakat, terutama masalah air yang tidak mengalir.
Dalam
waktu dekat, PTMB merencanakan program pembangunan infrastruktur pemipaan guna
mendukung kelancaran distribusi air bersih di Balikpapan.
Saat
ini, PTMB sedang fokus membenahi manajemen distribusi air bersih agar merata,
sementara pemerintah sedang menyiapkan sumber air baku baru, seperti
pemanfaatan air Sungai Mahakam, Bendungan Semoi Sepaku, dan desalinasi air
laut, untuk mengatasi krisis air bersih di masa depan.
“Penyediaan
air bersih merupakan bagian dari komitmen kami dan Pemerintah Kota Balikpapan
untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga,” terang Yudhi.
Adelina
menambahkan, tim media sosial PTMB selalu merespon dengan cepat setiap keluhan
yang disampaikan warga, dan tim mereka langsung cek ke lapangan untuk mencari
solusi sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Dengan
langkah-langkah cepat dan terencana ini, diharapkan krisis air bersih di
Balikpapan dapat segera teratasi, dan warga dapat menikmati kembali layanan air
bersih yang memadai," pungkasnya.(mid)