Danamon Syariah Hadirkan Solusi untuk Nasabah dalam Menjalankan Ibadah Qurban, Umrah, dan Haji
JAKARTA: PT Bank Danamon
Indonesia Tbk (Danamon) melalui Unit Usaha Syariah Danamon Syariah (Danamon
Syariah) terus berkomitmen untuk mendukung kebutuhan finansial nasabah dalam
berbagai kebutuhan termasuk beribadah.
Episode
Danamon Financial Friday (DFF) 2024 bertajuk “Beli Hewan Qurban Jadi Gampang
Tanpa Beban” didedikasikan untuk membahas berbagai tantangan finansial dan
solusi yang disesuaikan khusus (tailor-made) dalam melaksanakan Qurban, Umrah
dan rukun Islam kelima bagi umat Muslim yaitu Haji.
”Danamon
Syariah memahami pentingnya perencanaan keuangan dan memilih mitra yang dapat
dipercaya untuk mendukung ibadah atau memenuhi kebutuhan spiritual umat Muslim,
mulai dari Qurban, Umrah hingga Haji. Maka dari itu, Danamon Syariah
menyediakan produk dan solusi keuangan yang disesuaikan dengan beragam kebutuhan
dan tujuan finansial umat Muslim di Indonesia, dengan didasari oleh prinsip
syariah akad bagi hasil atau mudharabah,” ujar Herry Hykmanto, Direktur Syariah
& Sustainability Finance, PT Bank Danamon Indonesia Tbk.
Menurut
Kementerian Pertanian, ketersediaan hewan Qurban di seluruh Indonesia untuk
Idul Adha 2024 mencapai 2,06 juta ekor atau surplus 88 ribu ekor dari kebutuhan
1,97 juta ekor. Memahami pentingnya perencanaan keuangan untuk Qurban, Danamon
Syariah menawarkan produk Tabungan BISA Qurban iB, di mana nasabah dapat
menabung biaya membeli hewan Qurban setiap tahunnya dengan setoran awal hanya
Rp50 ribu dan setoran bulanan mulai dari Rp150 ribu.
Selain
Qurban, ibadah Umrah dan Haji merupakan impian hampir semua umat Muslim di
dunia, termasuk di Indonesia. Menurut Otoritas Pariwisata Arab Saudi, Indonesia
adalah salah satu negara dengan jamaah Umrah dan kuota jamaah haji paling banyak
dibandingkan negara lain.
Pada
tahun 2024, Arab Saudi menargetkan lebih dari 2 juta jamaah Umrah berangkat dari
Indonesia, dan berdasarkan situs resmi Kementerian Agama RI, kuota jamaah Haji
terus meningkat setiap tahunnya hingga mencapai 241.000 di tahun ini. Jumlah
ini terdiri atas 213.320 kuota Haji Reguler dengan masa tunggu 25 – 40 tahun
dan 27.680 kuota Haji Khusus dengan masa tunggu 5 – 9 tahun. Jumlah kuota
jamaah Haji tahun 2024 merupakan jumlah jamaah terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan
Haji di Indonesia.
Bersama
Danamon Syariah, nasabah bisa merencanakan keuangan untuk melaksanakan ibadah
Umrah dan Haji dengan nyaman. Contohnya, dengan Tabungan BISA Umrah iB, nasabah
bisa menabung selama 6 hingga 72 bulan dengan setoran awal hanya Rp100 ribu dan
setoran bulanan mulai dari Rp300 ribu.
Sementara,
untuk ibadah Haji, Danamon juga menawarkan Tabungan Rencana Haji iB untuk
membantu nasabah mengumpulkan dana Haji. Produk ini memiliki setoran awal
sebesar Rp100 ribu dan setoran bulanan mulai dari Rp300 ribu, serta dilengkapi
dengan fitur auto debit.
Untuk
nasabah yang ingin menunaikan Haji Khusus, Danamon Syariah menyediakan layanan
pembayaran setoran dalam mata uang Dollar (USD) dengan setoran awal sebesar
4.000 USD. Apalagi, produk perencanaan Haji dan Umrah dalam mata uang Rupiah di
Danamon Syariah otomatis akan mendapatkan perlindungan asuransi jiwa hingga
Rp200 juta.
“Untuk
memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi nasabah dalam merencanakan perjalanan
suci mereka, Danamon Syariah menyediakan berbagai produk perencanaan keuangan
dan perjalanan Haji yang jelas dan kredibel.
Hal
ini karena Danamon Syariah sudah terdaftar di Sistem Komputerisasi Haji Terpadu
(SISKOHAT) Kementerian Agama RI, dan bekerja sama dengan travel agent
terpercaya yang terdaftar di Kemenag, sehingga nasabah sudah pasti mendapatkan
nomor porsi Haji dan bisa berangkat ke Tanah Suci,” jelas Herry.
Lebih
lanjut, Herry juga menjelaskan bahwa DFF episode ini juga bertujuan
meningkatkan literasi masyarakat terhadap berbagai instrumen keuangan termasuk
instrumen keuangan berbasis syariah.
Berdasarkan
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun (SNLIK) 2022 yang dilakukan
oleh OJK, indeks Literasi Keuangan Syariah masih sangat rendah, yaitu di angka
9,14%. Sedangkan indeks Literasi Keuangan Nasional di angka 49,68%. Hal ini
menunjukkan adanya gap sebesar 40,54% yang signifikan antara indeks Literasi
Keuangan Syariah dan Nasional. Untuk itu, Danamon Syariah berkomitmen untuk
terus mengedukasi masyarakat mengenai keuangan Syariah dan mendorong
peningkatan Literasi Keuangan Syariah di Indonesia.
“Dengan
berbagai produk dan layanan yang ditawarkan, Danamon Syariah berkomitmen untuk
menjadi mitra perbankan pilihan yang dapat diandalkan oleh umat Muslim di
Indonesia untuk memenuhi aspirasi ibadah mereka,” tutup Herry.(mid)