Disperindag Kukar Libatkan Pelaku Usaha Daerah pada Kegiatan Misi Dagang
(Seksi Bina Kreatif Lapangan Bidang
Promosi dan Informasi Industri Disperindag Kukar, Sopiyatul/pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya agar pelaku usaha daerah Kukar mampu bersaing dalam bidang industri baik ekspor maupun impor.
Atas hal tersebut Disperindag Kukar telah melibatkan beberapa para pelaku usaha ekspor pada kegiatan Misi Dagang, yang merupakan kegiatan dari pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Dengan melibatkan kabupaten maupun kota se-Kaltim.
Seksi Bina Kreatif Lapangan Bidang Promosi dan Informasi Industri Disperindag Kukar, Sopiyatul mengungkapkan bahwa Kabupaten Kutai Kartanegara sendiri sebelumnya sudah pernah mengikuti kegiatan Misi Dagang yang diselenggarakan di provinsi NTB.
Dirinya mengatakan melalui kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempertemukan para pelaku usaha dari kabupaten atau kota, bersama para petani dan buyer-buyer di sana untuk mempresentasikan produk-produk unggulan apa saja yang mereka miliki.
"Yang di NTB kemaren prodak ekspor unggulannya yakni Sapi, jagung, dan beras." Kata Sopiyatul kepada Poskotakaltim Kamis (25/7/2024) diruang kerjanya.
Sopiyatul menyebutkan Kukar dalam waktu dekat ini juga akan kembali berpartisipasi pada kegiatan Misi Dagang kedua, yang akan di selenggarakan di Kota Blitar
“Insyaallah di tanggal 6-9 Agustus 2024 akan ada kegiatan Misi Dagang yang kedua, dan di Blitar ini kita temanya pertanian. Jadi nanti semua produknya, produk pertanian seperti tomat, cabe, jagung, kopi, dan coklat” ujarnya.
Dirinya juga mengungkapkan, Disperindag Kukar berencana akan melibatkan empat orang pelaku usaha, yang diantaranya pelaku usaha coklat dari Desa Perangat, kopi dari Marang Kayu, jagung dari Tenggarong dan tomat dari Muara Badak.
Melalui kegiatan Misi Dagang ini, Sopiyatul mengatakan bahwa beberapa pelaku usaha meraskan dampak positif yaitu mengalami peningkatan pemesanan.
“
Kukar sendiri untuk Ekspor berupa hasil pertaniam seperti jagung dan rumput laut dari Muara Badak, dan cukup
mengalami peningkatakan.” tutupnya. (adv/tan)