Pelaku IKM Kota Tenggarong Manfaatkan Potensi Perikanan Sebagai Produk Olahan Makanan
Outlet
Ganiya Bogatama di Jalan Danau Murung Tenggarong (pict : riz/pk)
POSKOTAKALTIMNEWS,
KUKAR : Potensi
sektor perikanan di Kabupaten Kutai Kartanegara sangat melimpah. Hal itu
dimanfaatkan oleh Pelaku Industri Kecil Menengah (IKM), untuk membuat produk olahan makan yang menjadi unggulan, berbahan dasar ikan.
Salah satu pelaku IKM yang memproduksi olahan makanan berbahan dasar ikan tersebut adalah Hanna Sulistya Rahayu, warga Kota Tenggarong. Ia mengatakan, usaha camilan atau unit pengolah ikan (UPI) ini dimulai sejak 2020 lalu dengan alamat rumah produksi, di Jalan Danau Melintang Nomor 48, Kelurahan Melayu, di bawah naungan badan usaha PT. Ganiya Bogatama.
"Berbagai produk yang
dihasilkan melalui usaha UPI ini. Usaha ini merupakan terobosan dengan mengolah
ikan menjadi camilan, agar diminati banyak orang," paparnya.
Adapun produk yang dihasilkan dari
bahan dasar ikan diantaranya, ikan bilis crispy, rabok ikan
gabus (ruan), rabok nila, rabok tuna, stik tulang ikan, basreng ikan nila, sambal ikan.
Kemudian, kebab tuna, fishkuit
(biskuit ikan), dan ada juga produk beku lainnya dari bahan dasar ikan.
Pembuatan produk bahan dasar ikan ini sesuai dengan program pemerintah daerah,
dalam upaya pencegahan stunting. Sementara untuk pengolahannya sesuai dengan
Standar Operasional Prosedur (SOP), yang telah ditentukan oleh perizinan usaha.
"Kami ada 10 karyawan untuk
memproduksi produk tersebut, dengan jumlah kapasitas besar," jelasnya.
Produk yang dijual itu di banderol
dengan harga yang terjangkau, mulai dari 20 ribu hingga 50 ribu rupiah.
Meskipun dengan harga terjangkau, namun kualitas produk tersebut tak kalah
saing dengan produk olahan makanan lainnya.
Hal itu terbukti dengan pemasaran
produk hingga ke luar Negeri yaitu Malaysia. Untuk metode pemasaran saat ini
melalui pemasaran online baik itu Whatsapp : 0813-8899-4200, Instagram :
@ganiya bogatama dan Facebook : ganiya bogatama.
"Selain itu, peran pemerintah
daerah terhadap keterlibatan pelaku IKM atau UMKM untuk mengikuti event,"
ujarnya.
Menurutnya, dengan peran
pemerintah daerah juga bagian dari upaya mempromosikan produk IKM dan UMKM.
Untuk itu, produk tersebut dapat dikenal secara lebih luas. "Saya sering
dilibatkan oleh pemerintah daerah, untuk mengikuti event baik di daerah maupun
nasional. Sehingga produk olahan saya bisa dikenal luas," katanya.
Sementara itu Plt Kepala Dinas
Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar Sayid Fhatullah komitmen akan
terus melibatkan pelaku UMKM dan IKM Kukar ke dalam event. Namun hal itu juga
perlu didukung dari aspek kualitas, kapasitas, kontinuitas hingga
kreativitas.
"Kita libatkan pelaku UMKM dan IKM secara
bergantian, untuk mengikuti event. Dengan itu dapat meningkatkan penjualan
mereka," ungkap Sayid Fhatullah. (adv/riz)