Stok Pangan di Kaltim Tak Terpengaruh Banjir Sulawesi Selatan
SAMARINDA -
Banjir besar yang melanda beberapa kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan
baru-baru ini, tidak memberikan dampak yang segnifikan terhadap pasokan
kebutuhan pangan khususnya beras bagi Kaltim.
Kepala Dinas
Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Provinsi Kaltim Fuad Assadin
menjelaskan sampai saat ini belum ada laporan yang pasti terhadap dampak banjir
terhadap pasokan beras dari Sulawesi Selatan, karena sumber pangan
lainnya berasal dari Provinsi Jawa Timur.
"Banjir yang melanda beberapa kabupaten di Sulawesi
Selatan tidak berdampak terhadap pasokan pangan ke Kaltim. Walaupun demikian
untuk jangka pendek diharapkan perubahan cuaca dengan curuh hujan yang tinggi
dapat segera berakhir, " kata Fuad
Assadin di sela pembukaan Diskusi 2019 yang digelar di Ruang Ruhui Rahayu
Kantor Gubenur Kaltim, Selasa (29/1/2019).
Fuad
menambahkan pasokan pangan ke Kaltim selain dari luar Jawa Timur dan
Sulawesi Selatan, ternyata beberapa
daerah di Kaltim sudah berhasil memproduksi kebutuhan pangan sendiri, seperti lombok, bawang merah,
termasuk sebagian daging, baik ayam maupun daging sapi.
Dikatakan,
berdaarkan pantauan Disperindagkop pada pasar-pasar besar di Kaltim untuk
kebutuhan stok sembako masih aman,
begitu juga perkembangan harga masih stabil, baik harga beras, gula,
minyak goreng maupun kebutuhan lainnya.
"Stok dan
harga sembako di Kaltim masih aman, walaupun banjir besar terjadi di Sulawesi
Selatan," ujarnya.
Walaupun
demikian cadangan pangan baik beras maupun kebutuhan lainnya masih mencukupi
sampai tiga bulan ke depan. Oleh karena itu masyarakat diimbau untuk tidak khawatir dan panik.
"Selain
stok, harga berbagai kebutuhan pangan termasuk beras relatif stabil, seperti harga beras medium
paling tinggi Rp9.350 perkilogram, termasuk kebutuhan lainnya masih aman
dan terkendali." kata Fuad Assadin.mar/poskotakaltimnews.com