Stan Produk UMKM dan IKM di Expo Erau 2024 Diminati Pengunjung
Stand
Expo Erau Adat Kutai 2024 milik Disperindag Kukar (pict : riz/pk
POSKOTAKALTIMNEWS,
KUKAR : Sejumlah
produk unggulan UMKM dan IKM dipamerkan dalam Expo Erau Adat Kutai 2024 termasuk yang mendapat perhatian para pengunjung. Baik sekedar melihat maupun
membeli langsung produk karya pelaku usaha lokal tersebut.
Adapun produk unggulan tersebut
berupa kerajinan tangan seperti Sulam Tumpar, Manik-manik, Anyaman Anjat, Tas
dan lainnya. Sedangkan untuk produk olahan makanan UMKM berupa Amplang dari
Sarang Burung Walet.
Pejabat Fungsional Bidang
Promosi Informasi dan Industri Disperindag Kukar Sopiyatul mengaku, produk UMKM
dan IKM lokal ini juga memiliki kualitas yang baik dan mampu bersaing dengan
produk lainnya. Semua produk IKM yang ditampilkan berasal dari Kecamatan
Tenggarong dan Kecamatan Tenggarong Seberang.
"Produk yang sering diminati
adalah Sulam Tumpar, Tas Manik. Sedangkan Amplang Walet adalah inovasi baru
yang diminati dengan rasa pedas dan gurih," terang Sopiyatul kepada Poskotakaltimnews, di stad Expo Disperindag.
Sedangkan untuk harga jual,
menurut Sopiatul mulai dari 20 ribu-800 ribu. Harga yang dibandrol itu
menyesuaikan tingkat kerumitan saat memproduksi. Melalui Expo ini, pengunjung
juga dapat melihat langsung proses pembuatan suatu produk kerajinan.
"Kami meminta kepada pelaku
IKM untuk membuat produknya di stand yang telah disediakan, ini menunjukkan
kemampuan SDM lokal yang sangat kreatif dan menjadi daya tarik
pengunjung," paparnya.
Ia menjelaskan, dengan melibatkan
pelaku UMKM dan IKM lokal ini bagian dari upaya mempromosikan produk mereka.
Dan pastinya mereka sangat senang jika dilibatkan setiap pelaksanaan event
"Mereka menilai melalui
event, produknya bisa dikenal lebih luas lagi. Sehingga berpengaruh terhadap
peningkatan penjualan produk itu sendiri," ujarnya.
Pihaknya komitmen untuk mewujudkan
UMKM naik kelas. Agar terwujudnya masyarakat yang sejahtera. Sementara upaya
mewujudkan hal itu dengan berbagai fasilitasi yang diberikan kepada pelaku UMKM
dan IKM lokal.
"Fasilitasi yang diberikan
seperti peningkatan pelaku usaha, izin usaha hingga pemberian bantuan alat produksi,"
jelasnya.
Ia berharap, para pelaku UMKM dan IKM terus
meningkatkan kualitas, kuantitas dan kontinuitas. Hal itu harus dilakukan
agar konsumen tak kecewa ketika menginginkan suatu produk itu. (adv/riz)