Disdikbud Kukar Tegaskan Honor Penari Erau Adat Kutai 2024 Telah Dibayarkan

img

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar menegaskan pembayaran honor penari event Erau Adat Kutai 2024 telah dibayarkan kepada Event Organizer (EO), belum lama ini.

 

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar Puji Utomo menjelaskan, memang ada keterlambatan pembayaran honor penari itu dikarenakan terkendala dengan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) alami gangguan secara nasional.

 

"Kami selaku pemerintah daerah meminta maaf kepada masyarakat Kukar atas keterlambatan ini. Waktu itu SIPD sedang gangguan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bahkan nasional," jelas Puji Utomo saat jumpa pers, di Disdikbud Kukar, Sabtu (9/11/2024).

 

Sementara terkait permasalahan itu telah tuntas. Nantinya pihak EO yang akan membayarkan langsung kepada para peserta atau penari sebanyak 800 orang. Pembayaran honor itu mencapai 2 miliar rupiah.

 

"Masing-masing peserta akan mendapatkan sekitar 1,3 juta rupiah. Kegiatan yang dibayarkan itu juga nantinya dipotong pajak sebagai bentuk kewajiban pengusaha terhadap negara," ucapnya.

 

Ia juga menyebutkan, kegiatan di pemerintahan ini harus sesuai dengan prosedur. Karena ini menggunakan keuangan negara, sehingga harus teliti. Jika vendor telah menyelesaikan kegiatannya, maka pihak vendor harus melengkapi berbagai berkas sebagai prosedur administrasi.

 

"Jadi mekanisme pembayaran di pemerintahan itu masyarakat juga harus mengerti. Jika kegiatan telah selesai tapi belum dibayarkan itu, pastinya ada beberapa hal yang harus dilengkapi," sebutnya.

 

Sementara itu EO penari Erau Adat Kutai 2024 Depri Anur mengatakan, pembayaran honor penari telah dibayarkan. Masih ada sejumlah peserta atau penari yang belum mengambil honornya.

 

"Kami segera menuntaskan pembayaran honor penari ini, karena ini sudah hak dan kewajiban peserta untuk menerima honor usai melaksanakan kegiatannya," kata Depri Anur.

 

Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kukar, atas keterlambatan pembayaran honor penari ini. Ia menyadari dan apresiasi kepada penari yang telah berjuang dalam menyukseskan Adat Erau Kutai 2024. (adv/riz)