Jelang Ramadan, Pemerintah Gelar Operasi Pasar Besar-Besaran untuk Tekan Harga Pangan
JAKARTA: Menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri, pemerintah akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) setiap hari mulai 24 Februari hingga akhir Maret 2025. Langkah ini diambil sebagai upaya menstabilkan harga pangan strategis, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
menegaskan bahwa operasi pasar ini tidak hanya digelar di Jakarta, tetapi juga
di seluruh Indonesia, dengan harga yang dijamin lebih rendah dari Harga Eceran
Tertinggi (HET).
"Bapak Presiden memerintahkan agar harga
pangan stabil dan tidak melebihi HET. Kami pastikan masyarakat bisa mendapatkan
bahan pokok dengan harga wajar," ujar Kepala Badan Pangan Nasional
(Bapanas) Arief Prasetyo Adi, dalam Rapat Koordinasi Terbatas di Kementerian
Pertanian, Jakarta Selatan, Rabu (19/2).
Harga Pangan Dijaga Ketat, Pelanggar Akan
Ditindak
Pemerintah memastikan harga pangan dalam
operasi pasar ini tidak boleh melebihi HET. Satgas Pangan telah diberi mandat
untuk menindak tegas siapa pun yang menjual bahan pokok di atas harga yang
telah ditetapkan.
"Pesan Presiden jelas: tidak boleh ada
harga di atas HET. Jika ada yang melanggar, kami akan bertindak tegas. Toko
yang menjual di atas HET bisa disegel," tegas Mentan Andi Amran Sulaiman,
yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan Ad Interim.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap
tren inflasi pangan yang kerap meningkat menjelang Ramadan. Pada Maret dan
April 2024, inflasi pangan masing-masing mencapai 10,33% dan 9,63%, jauh lebih
tinggi dibanding Januari 2025 yang berada di angka 3,07%.
Pemerintah optimistis, dengan operasi pasar
besar-besaran ini, harga pangan dapat tetap terkendali dan masyarakat bisa
menjalani Ramadan dengan tenang tanpa khawatir lonjakan harga.(cnn)