Jembatan Mahakam Diterjang Kapal Lagi, Ketua DPRD Kaltim Soroti Kelalaian dan Dugaan Permainan Oknum
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA: Ketua DPRD Kalimantan Timur Hasanuddin Mas'ud, angkat bicara terkait insiden tertabraknya Jembatan Mahakam 1 pada Sabtu malam, 26 April 2025. Insiden ini merupakan kejadian ke-23 kalinya, dan kali ini menyebabkan tiang pancang jembatan mengalami pembengkokan.
Hasanuddin, yang akrab
disapa Hamas, menilai kejadian tersebut merupakan bentuk kelalaian dari
pengelola Sungai Mahakam. Ia menyayangkan peristiwa ini terus berulang tanpa
penanganan yang tegas.
“Kejadiannya selalu di
luar jam pandu, kali ini terjadi pukul 11 malam. Ada indikasi kuat bahwa proses
pengolongan dilakukan diam-diam, dan ini mengarah pada adanya oknum yang
membekingi perusahaan. Tidak mungkin kapal berani melintas tanpa perlindungan
jika tidak ada yang bermain di balik layar,” ujarnya, Rabu (30/4/2025).
Kekhawatiran warga
meningkat seiring belum dimulainya pengerjaan vender yang sebelumnya hanyut
akibat tabrakan tongkang bermuatan kayu pada 16 Februari 2025.
Padahal, anggaran untuk
pembangunan ulang vender tersebut telah mencapai sekitar Rp35 miliar. Kondisi
jembatan yang belum memiliki pelindung itu pun kembali dihantam tongkang dan
langsung mengenai tiang pancang.
Sebagai langkah
penanganan, DPRD telah menggelar RDP dengan pihak-pihak terkait. Salah satu
hasilnya adalah kesepakatan untuk menutup sementara lalu lintas sungai guna
memberi ruang bagi proses investigasi dan pengerjaan vender.
Terkait peran Pemerintah
Provinsi Kaltim dalam pengelolaan lalu lintas di Sungai Mahakam, Hamas menyebut
pihaknya tengah merancang pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk menyusun
regulasi baru.
“Secara prinsip, kami
memahami pentingnya payung hukum yang lebih relevan. Saat ini yang ada adalah
Perda Nomor 1 Tahun 1989, yang jelas sudah tidak sesuai dengan kebutuhan zaman
dan perlu direvisi,” pungkasnya. (ADV)