Bukti Nyata Sinergi Pemberdayaan Warga dan Pembangunan Infrastruktur, Loa Raya Berstatus Desa Mandiri

img

(Kades Loa Raya Martin/pic:tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, resmi menyandang status  Desa Mandiri pada tahun 2024 lalu. Predikat ini diraih berkat komitmen kuat pemerintah desa dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, penguatan infrastruktur publik, serta partisipasi aktif warga setempat dalam pembangunan.

Saat dikonfirmasi awak media Kepala Desa Loa Raya, Martin menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif, bukan sesuatu yang diperoleh secara instan.

“Sebagai upaya kami untuk memaksimalkan peranan desa. Disisi kami melakukan pembangunan fisik. Kami juga jalankan bersamaan dengan pemberdayaan ekonomi warga desa,” ungkap Martin Kamis (01/04/2025).

Lanjut Martin, salah satu program utama desanya adalah distribusi bantuan kambing dari Dana Desa untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan rumah tangga.

“Program bantuan ternak ini dijalankan secara terstruktur, melibatkan kelompok-kelompok masyarakat desa kami dan dibarengi dengan pelatihan pengelolaan peternakan agar hasilnya berkelanjutan,” katanya

Selain itu, Martin menyebutkan di samping sektor ekonomi, fasilitas publik dan ruang interaksi sosial juga menjadi prioritas.

“Desa Loa Raya kini memiliki lapangan sepak bola, lapangan bola voli, dan gedung bulu tangkis yang aktif digunakan untuk kegiatan olahraga, pemuda, dan agenda desa lainnya,” ujarnya.

“Fasilitas-fasilitas ini penting, bukan hanya untuk kesehatan dan hiburan, tapi juga sebagai sarana memperkuat hubungan sosial dan partisipasi warga semua itu berkontribusi pada penilaian Desa Mandiri,” tambah Martin

Selain itu dirinya juga mengatakan salah satu proyek strategis jangka menengah yang tengah disiapkan adalah pembangunan pasar desa, yang kini memasuki tahap pematangan lahan.

Pasar ini ditargetkan selesai pada tahun 2026 melalui kolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Pasar desa ini nantinya akan menjadi pusat ekonomi baru. Kami ingin agar warga bisa menjual hasil pertanian, peternakan, dan produk UMKM secara langsung tanpa bergantung ke luar daerah,” jelasnya.

Menurutnya juga dengn letak geografis Desa Loa Raya yang dekat dengan pusat pemerintahan Kukar menjadikan dorongan untuk maju semakin besar.

“Sebagai desa yang dekat dengan pusat kabupaten, kami tidak ingin tertinggal. Justru kami harus menjadi contoh bahwa desa bisa berkembang sejajar dengan kawasan kota,” tegas Martin.

Menanggapi capaian ini desa Loa Raya sebagai desa yang berstatus mandiri Kepala DPMD Kukar, Arianto, memberikan apresiasi atas keseriusan Desa Loa Raya dalam mewujudkan kemandirian.

“Desa Mandiri bukan sekadar gelar administratif, tapi cerminan dari tata kelola yang baik, ekonomi yang kuat, serta masyarakat yang aktif dan berdaya. Loa Raya telah menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa dan warga bisa menghasilkan perubahan nyata,” ungkap Arianto.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kutai Kartanegara.

“DPMD akan terus memberikan pendampingan, terutama dalam penguatan kelembagaan desa, perencanaan pembangunan partisipatif, dan pemanfaatan Dana Desa secara tepat guna,” lanjutnya

Arianto menambahkan dengan berbagai langkah strategis yang telah dijalankan, desa Loa Raya kini menjadi salah satu role model desa progresif di Kukar.

“Kita perlu mendorong dan mendukung desa-desa di Kukar untuk mewujudkan desa maju dan mandiri, tentunya dengan arah pembangunan yang terencana dan berbasis kebutuhan riil masyarakat,” tutup Arianto (TAN/ADVDPMDKUKAR)