Soal Pariwisata Kaltim, Agus Aras Dorong Identitas Destinasi dan Layanan Berkualitas
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agus Aras.
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA: Di tengah kekayaan alam dan budaya yang melimpah,
Kalimantan Timur dinilai belum mampu menjadikan sektor pariwisata sebagai pilar
ekonomi alternatif.
Hal ini disampaikan
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agus Aras, yang menilai lemahnya perencanaan dan
promosi sebagai hambatan utama berkembangnya sektor ini.
Menurut Aras, potensi
wisata yang dimiliki Kaltim belum terkelola secara maksimal karena tidak adanya
pendekatan pembangunan destinasi yang terintegrasi. Ia menilai banyak kawasan
wisata yang sebenarnya menarik, namun gagal menciptakan daya tarik berkelanjutan
di mata wisatawan.
“Kita belum punya strategi
yang menyatukan kekuatan lokal dengan kebutuhan pasar wisata modern. Harus ada
identitas kuat yang ditawarkan setiap destinasi,” ujarnya saat ditemui, Rabu
(7/5/2025).
Ia menambahkan, pendekatan
pembangunan pariwisata selama ini cenderung bersifat sporadis, dan belum
menyentuh aspek penting seperti pengemasan cerita (storytelling) yang mampu
memberi pengalaman khas bagi wisatawan.
Selain itu, tren global
yang bergerak ke arah wisata berbasis pengalaman juga menurutnya belum banyak
direspons. Agus menilai Kalimantan Timur sangat potensial mengembangkan wisata
petualangan, seperti susur sungai, ekspedisi hutan tropis, hingga kegiatan berbasis
budaya lokal yang unik.
“Kaltim punya peluang
besar jadi magnet bagi wisatawan yang mencari pengalaman, bukan sekadar
pemandangan,” katanya.
Namun, daya tarik alami
tidak akan cukup tanpa dukungan kualitas layanan yang memadai. Aras menyoroti
masih minimnya infrastruktur pendukung dan kurangnya tenaga kerja profesional
di sektor ini. Ia mendorong pemerintah provinsi untuk mendorong pelatihan khusus
di bidang pelayanan wisata.
Menurutnya, kesan pertama
wisatawan sangat dipengaruhi oleh keramahan dan profesionalitas pengelola
destinasi. Tanpa itu, tidak ada loyalitas dari wisatawan untuk berkunjung
kembali.
Diakhir, ia mengajak
seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha,
hingga masyarakat, untuk menyatukan langkah dalam membangun sektor ini secara
menyeluruh.
“Pariwisata itu tidak bisa
tumbuh sendiri. Butuh sinergi dan keseriusan semua pihak agar potensi kita
tidak hanya jadi cerita, tapi menjadi sumber kesejahteraan,” pungkasnya.(ADV)