Dewan Harapkan Duta Wisata Berau Kuasai Dua Bahasa, Inggris dan Bahasa Daerah

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Dukung peningkatan kualitas Duta Wisata Berau dalam upaya mendongkrak sektor pariwisata Kabupaten Berau, Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, mengharapkan kemampuan menguasai dua bahasa yakni  Inggris dan bahasa daerah, harus menjadi syarat mutlak dalam proses seleksi Duta Wisata.

 

Menurutnya, Berau sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur, kerap dikunjungi turis mancanegara. Oleh karena itu, diperlukan sosok duta wisata yang tidak hanya mengandalkan penampilan, tetapi juga memiliki kompetensi komunikasi dalam bahasa internasional.

 

“Menurut kami menguasai dua bahasa itu wajib, karena mereka akan menjadi representasi Berau di mata dunia. Jangan sampai kejadian lagi, Duta Wisata tidak bisa berbahasa Inggris saat berinteraksi dengan wisatawan asing,” tegas Sutami.

 

Ia mencontohkan daerah lain seperti Bali yang duta wisatanya tidak hanya fasih berbahasa Inggris, tetapi juga menguasai bahasa asing lainnya seperti Perancis dan Jerman. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan kesiapan daerah dalam menyambut wisatawan dari berbagai negara.

 

“Kalau Bali bisa, kenapa kita tidak? Minimal bahasa Inggris dulu. Ini penting supaya promosi wisata kita bisa menjangkau lebih luas, baik secara digital maupun dalam kerja sama internasional,” ujarnya.

 

Selain bahasa asing, Sutami juga mengusulkan agar penguasaan bahasa lokal seperti Bahasa Berau dan bahasa suku asli seperti Bajau menjadi bagian dari kriteria seleksi duta wisata. Ia menilai hal ini sebagai bagian dari pelestarian identitas budaya daerah.

 

“Bahasa daerah juga penting. Kalau perlu, ada standarisasi kemampuan bahasa Berau sebagai bagian dari proses seleksi. Ini identitas kita yang harus kita banggakan,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, Sutami meminta Dinas Pariwisata agar lebih selektif dan serius dalam memilih Kandidat Duta Wisata. Penilaian tidak boleh hanya berdasarkan penampilan fisik, tetapi harus mengutamakan kemampuan komunikasi, wawasan budaya, dan dedikasi terhadap promosi pariwisata.

 

“Jangan sampai Duta wisata hanya jadi  ajang model, tapi mereka agen promosi budaya dan pariwisata. Mereka harus dibekali dengan kemampuan komunikasi, wawasan budaya, dan tentu saja, penguasaan bahasa,” pungkasnya.

Ia berharap, ke depan Berau memiliki duta wisata yang benar-benar siap memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi wisata daerah ke tingkat nasional bahkan internasional. (sep/FN/Advertorial)