Wagub Seno: Penataan dan Pengelola DAS Kaltim Harus Membuat Action Plan
foto: adpimprov
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA
: Wakil Gubernur Kalimantan Timur H Seno Aji menghadiri
Focus Group Discussion (FGD) Kebijakan dan Kelembagaan Penyusunan Masterplan
Pengelolaan dan Penataan Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Karang Mumus di
Ballroom Hotel Midtown Samarinda, Kamis 12 Juni 2025.
FGD dibuka Rektor
Unmul Samarinda Profesor Abdunnur kerja sama Unit Layanan Strategis (ULS)
Ekosistem Tropis dan Pembangunan Berkelanjutan (TESD) Universitas Mulawarman
Samarinda bersama Pemerintah Provinsi Kaltim dihadiri Anggota DPRD Samarinda,
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda, pimpinan
perangkat daerah Pemerintah Provinsi Kaltim dan Pemerintah Kota Samarinda.
Dalam kesempatan ini,
Wagub Seno Aji memaparkan materi Penataan Sungai di Provinsi Kalimantan Timur,
serta diskusi tanya jawab dengan peserta FGD.
"Tidak hanya
masterplan, tapi kita harus membuat action plan dalam menata dan
mengelola daerah aliran sungai di Kaltim," kata Wagub Seno Aji mengawali
paparannya.
Pemerintah Provinsi
Kaltim diakui Wagub Seno, sejauh ini ikut fokus menangani tiga wilayah sungai
besar di Benua Etam bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Kementerian PU.
Diantaranya, wilayah
sungai (WS) Berau Kelay, WS Karangan (Kutai Timur), WS Mahakam (Mahakam Ulu,
Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Samarinda) dan WS Kendilo (Paser).
"Kalau kita bisa
menata dan mengelola ke empat wilayah sungai ini, seharusnya kita sudah bisa
mengendalikan banjir di Kaltim," jelasnya.
Khusus pengelolaan
dan penataan Sub DAS Karang Mumus, Wagub Seno mengakui Pemerintah Provinsi
Kaltim secara konsisten memberikan dukungan dan perhatian khusus, termasuk
bantuan keuangan.
Untuk usulan tahun
2026 ke Kementerian Pekerjaan Umum dalam rencana penuntasan penanganan banjir
segmen Muara hingga Bendungan Lempake total anggaran Rp867, 54 miliar, guna
pembangunan tanggul, pintu klep dan rumah pompa.
Sedangkan usulan
rencana pengendalian banjir Sungai Karang Mumus untuk tahun 2026 mencapai
Rp231,53 miliar, guna pembangunan enam segmen dan reduksi banjir mencapai 239,1
hektar.
Selain itu, Wagub
Seno meminta BWS segera melakukan akad kerja sama dengan Pemerintah Kota
Samarinda untuk mengoptimalkan Waduk Benanga.
"Lahan sekitar
20 hektar segera dimanfaatkan untuk pembuangan sedimentasi sekitar 500 - 600
ribu kubik dari waduk," sebutnya.
Penanganan banjir
yang dilakukan Pemprov Kaltim untuk pengurangan genangan banjir hingga 2030
target mencapai 30.000 hektar senilai Rp380 miliar.
Pembangunan drainase
(intervensi provinsi ke kabupaten dan kota) sekitar 68 persen dari drainase
yang ada.
Juga irigasi
persawahan (penanganan banjir sekaligus mengairi sawah), pantai kritis
sepanjang 7,3 Km sebesar Rp355 miliar, serta pengelolaan air baku.
"Sehingga tidak
hanya sub DAS Karang Mumus, kita juga melihat lebih luas wilayah sungai-sungai
di Kaltim," tutup Wagub Seno.
Ketua ULS TESD Unmul
Samarinda Dr Rachmat Budi Wijaya Suba menjelaskan ada enam aspek yang menjadi
sorotan dengan membentuk tim ahli/pakar.
Yakni, tim Sistem
Informasi Geografis, tim Fisik Lingkungan, tim Keanekaragaman Hayati, tim
Sosekbud Kesehatan Masyarakat, tim Industri dan
Limbah, serta tim Kebijakan dan Kelembagaan.
"Beberapa tahapan kegiatan telah dilakukan, mulai perumusan masalah dan isu-isu utama, juga tinjau lapangan dan observasi, analisis dan sinkronisasi data," ungkapnya.
Hadir pakar ULS TESD
Unmul/Ketua Dewan Pertimbangan Unmul Samarinda Profesor Mustofa Agung Sarjono,
tim pakar dan tim peneliti ULS TESD Unmul Samarinda, para camat Samarinda dan
Kutai Kartanegara, mitra dan stakeholder terkait. (mar)