Strategi Pemkot Balikpapan Atasi Krisis Air Bersih: Reaktivasi Sumur dan Pembangunan Embung Aji Raden
POSKOTAKALTIMNEWS, BALIKPAPAN : Krisis air bersih yang melanda Kota Balikpapan terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ribuan warga masih belum menikmati akses air bersih langsung ke rumah mereka.
Menanggapi kondisi
tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan bersama Balai Wilayah Sungai (BWS), Dinas
Pekerjaan Umum (PU), serta Sekretaris Daerah mengambil langkah strategis
melalui rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Wali Kota Bagus Susetyo. Fokus
utama pembahasan adalah pengelolaan sumber air Sungai Mahakam, pengembangan
Bendungan Sepaku Semoi, serta reaktivasi sumur lama.
Direktur Utama
Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Yudhi Saharuddin, mengungkapkan
bahwa pihaknya tengah menyusun rencana jangka pendek dan panjang berdasarkan
evaluasi Engineering Feasibility Study (EFS).
“Kami segera
mengaktifkan kembali dua sumur lama, dan juga mengusulkan pembangunan satu
sumur baru di Balikpapan Timur dan Barat,” ujarnya.
Dua sumur lama yang
telah kembali beroperasi berada di kawasan Gunung Tembak dan Kampung Baru.
Meski debit air di Gunung Tembak relatif kecil, namun masih mencukupi kebutuhan
warga sekitar.
Untuk solusi jangka
menengah, pembangunan Embung Aji Raden akan dimulai pada tahun 2026, dan
ditargetkan dapat mengalirkan air pada 2027. Adapun proyek Bendungan Sepaku
Semoi masih dalam tahap studi kelayakan, dengan estimasi beroperasi pada 2028.
PTMB juga terus
memperkuat jaringan perpipaan, termasuk penanganan kebocoran, agar distribusi
air lebih merata. Selain itu, penambahan sumur baru di Kampung Baru juga
diajukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan air masyarakat.
Menanggapi antrean pelanggan baru, Yudhi menyebut proses penyambungan kembali dilakukan bertahap. “Dari 14.000 daftar tunggu, kini tinggal sekitar 10.000 pelanggan. Kami optimis jumlah ini terus berkurang,” jelasnya.
Dengan sinergi lintas
sektor dan langkah terukur, Pemkot Balikpapan dan PTMB berkomitmen menghadirkan
solusi berkelanjutan atas krisis air bersih yang dihadapi masyarakat kota.
(mid)