SUSUR SUNGAI Wisata Edukasi Berbasis Sejarah Diperkenalkan di Berau
POSKOTA KALTIMNEWS, BERAU : Asyiknya menyelusuri aliran Sungai Segah, sekaligus menjadikannya momen unik dan menarik dalam perjalanan wisata dengan konsep edukatif melalui Tapak Tilas Sejarah, yang diperkenalkan pada Minggu (22/6/2025).
Dari kegiatan bertajuk Susur Sungai Edukasi Berbasis Sejarah ini merupakan hasil penelitian mahasiswa S2 Politeknik Pariwisata NHI Bandung, yang juga merupakan ASN Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Adinda Agustian, yang menggagas paket wisata bertema narrative placemaking untuk mengangkat kembali jejak Kesultanan Gunung Tabur, Sambaliung, dan Teluk Bayur.
Mengusung konsep
“Setiap Wisatawan adalah Tamu Kerajaan”, perjalanan dimulai dari dermaga
Rajjanta Tanjung Redeb, dan berlanjut menyusuri alur Sungai Segah ke dermaga
Sambaliung, Gunung Tabur hingga menuju arah Teluk Bayur. Sepanjang perjalanan,
wisatawan dipandu oleh narator yang berperan sebagai abdi istana, membawakan
kisah masa lampau secara teatrikal dan imersif.
Setibanya di dermaga
Gunung Tabur, peserta disambut oleh penampilan mini teater yang digelar di
halaman depan Museum Batiwakkal. Pertunjukan berdurasi ±10 menit ini membawakan
kisah Tabir di Gunung Tabur yang mengangkat konflik diplomatik dan nilai-nilai
kebijaksanaan Sultan Alimuddin, Putri Ratu Aisyah, serta ketegangan dengan
utusan kolonial Belanda. Penampilan ini menjadi klimaks emosional dari
rangkaian perjalanan, membangkitkan rasa haru dan kebanggaan atas sejarah
lokal.
Tak hanya itu,
booklet digital dan audio latar khas Melayu Kalimantan turut memperkuat
pengalaman wisata yang mendalam dan emosional.
Salah satu momen
istimewa juga didapatkan saat wisatawan dipersilakan mencicipi kuliner khas
kerajaan, Ancur Paddas, yang disajikan hangat di atas kapal. Tradisi ini dahulu
menjadi suguhan utama saat menyambut tamu bangsawan.
Kegiatan ini tidak
hanya menjadi inovasi dalam pengemasan wisata sungai, tetapi juga sebagai
bentuk pelestarian narasi lokal dan pemberdayaan komunitas. Kapal wisata
dikelola langsung oleh Pokdarwis Sinang Banua, kelompok sadar wisata yang
terdiri dari anak-anak muda lokal yang antusias menjaga nilai-nilai budaya
mereka.
“Paket ini menjadi bentuk konkret bagaimana
riset akademik bisa diterjemahkan dalam produk wisata yang nyata, menyentuh
edukasi, sejarah, dan pengalaman emosional,” ujar Adinda dalam sambutan
pembukanya.
Kegiatan ini juga
menjadi bahan simulasi uji coba pasar sebelum nantinya dikembangkan sebagai
salah satu paket unggulan wisata sejarah di Berau. Hadir dalam kegiatan ini
perwakilan Dinas Pariwisata, Akademisi, masyarakat lokal dan wisatawan luar
daerah, hingga pelajar yang menjadi peserta simulasi paket ini.
Dengan semangat
kolaboratif antara penelitian, masyarakat, dan pemangku kebijakan, Adinda
berharap kegiatan ini menjadi cikal
bakal pariwisata sejarah yang berkelanjutan dan memperkuat identitas budaya
daerah.
Senada disampaikan Ketua Pokdarwis Siang Banua, Aji Aidil Fitriansyah yang telah terlibat dalam pengembangan Project ini selama 1 bulan ke belakang, mengatakan Tawaran Edukasi Wisata Susur Sungai Berbasis Sejarah ini menjadi warna baru dan memberikan pengalaman berbeda kepada para wisatawan. Dirinya berharap, Ia dan tim Pokdarwis Siang Banua bisa melanjutkan serta menyempurnakan pengembangan paket wisata ini ke depan.
Antusiasme juga
terlihat pada seluruh peserta yang mengikuti simulasi paket ini. Hal ini
dibuktikan dengan hasil angket yang menggambarkan tingkat kepuasan, bahkan
seluruh responden bersedia merekomendasikan paket wisata ini kepada orang lain. (sep/FN)