Kekosongan Nakes di Tepian Buah Teratasi, Dokter dan Tenaga Gizi Mulai Bertugas Agustus 2025

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Setelah beberapa bulan mengalami kekosongan tenaga kesehatan, khususnya dokter umum, masyarakat Kampung Tepian Buah, Kecamatan Segah, akhirnya mendapat kabar baik. Mulai awal Agustus 2025, satu dokter dan satu tenaga gizi akan resmi bertugas di Puskesmas Tepian Buah.

 

Kehadiran kedua tenaga kesehatan tersebut merupakan bagian dari program Nusantara Sehat Kementerian Kesehatan RI, berdasarkan Surat Tugas Nomor PG.01.05/G.IV/3550/2025. Penugasan ini berlaku sejak Agustus 2025 hingga 31 Juli 2027.

 

“Kendatipun merupakan  tenaga kesehatan yang ditugaskan langsung oleh Kemenkes melalui program Nusantara Sehat. Dengan kehadiran mereka, pelayanan kesehatan di Tepian Buah bisa kembali berjalan normal,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau, Lamlay Sarie, saat dihubungi pada Selasa (5/8/2025).

 

Program Nusantara Sehat merupakan inisiatif Kemenkes RI yang bertujuan meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK). Tenaga kesehatan yang ditugaskan melalui program ini akan ditempatkan di berbagai fasilitas kesehatan daerah terpencil dalam jangka waktu tertentu.

 

Lamlay juga menjelaskan bahwa kekosongan Nakes di sejumlah fasilitas kesehatan bukan karena kelalaian, tetapi akibat mutasi dan perpindahan tugas.

 

“Kami tegaskan terjadinya ke kosongan beberapa Nakes sebelumnya lulus seleksi CPNS dan P3K, sehingga mereka dipindahkan ke Faskes lain yang membutuhkan. Jadi kekosongan ini bukan permanen,” jelasnya.

 

Selain Tepian Buah, Kampung Labanan Makmur juga mendapatkan dua tenaga kesehatan baru yang akan bertugas di Puskesmas setempat, terdiri dari satu dokter dan satu tenaga kesehatan lingkungan.

 

Sebagaimana diketahui, kekosongan tenaga kesehatan di Puskesmas Tepian Buah terjadi sejak awal Mei 2025. Kondisi ini memaksa masyarakat setempat untuk merujuk pasien ke RSUD Tanjung Redeb untuk mendapatkan pelayanan medis lanjutan. Situasi tersebut sempat dikeluhkan masyarakat, mengingat pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan vital.

 

Dengan adanya penugasan Nakes baru ini, Dinas Kesehatan Berau berharap kualitas pelayanan kesehatan di wilayah-wilayah terpencil bisa terus meningkat dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

 

Seperti diketahui dua bulan terakhir, pelayanan kesehatan di Puskesmas Kampung Tepian Buah, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, tidak berjalan optimal. Hal ini disebabkan karena tidak adanya dokter yang bertugas sejak Mei 2025.Menurut keterangan Bendahara sekaligus Petugas Perencanaan Puskesmas Tepian Buah, Yusuf,  yang  sebelumnya terdapat tiga dokter yang bertugas di puskesmas tersebut. Namun satu di antaranya mengundurkan diri pada Desember 2024 untuk melanjutkan pendidikan sebagai dokter spesialis.

 

Bulan Februari 2025, satu dokter lainnya dimutasi dan diangkat menjadi Kepala Puskesmas di Pulau Derawan. Kemudian pada Mei, dokter terakhir yang berstatus P3K mengikuti seleksi CPNS dan dinyatakan lulus. Sejak itu, Puskesmas tersebut tidak lagi memiliki dokter sama sekali.

 

Ketiadaan tenaga medis tersebut berdampak besar pada layanan kesehatan masyarakat. Walaupun Puskesmas tetap buka selama 24 jam, pasien yang membutuhkan penanganan medis lanjutan harus dirujuk ke RSUD dr. Abdul Rivai yang jaraknya cukup jauh dari kampung tersebut.

Yusuf juga mengungkapkan bahwa pihak Puskesmas tidak bisa merekrut tenaga medis Pegawai Tidak Tetap (PTT) karena adanya aturan larangan pengangkatan tenaga honorer baru. Sementara itu, dokter yang dikirim ke kampung hanya datang sesekali sehingga pelayanan tidak bisa berjalan maksimal. (sep/FN)