Pemprov Kaltim dan Kaltara Kerja Sama Pembangunan Infrastruktur Wilayah Perbatasan
Gubernur Kaltim H Rudy Mas’ud dan Gubernur Kaltara H Zainal Paliwang menandatangani kerjasama Pembangunan Daerah di Tarakan, Kalimantan Utara. (pic : adpimprov)
POSKOTAKALTIMNEWS, TARAKAN
: Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur
(Kaltim) dan Pemerintah Provinsi
Kalimantan Utara (Kaltara) bersepakat untuk menjalin kerja sama yang dituangkan
dalam Penandatanganan Kesepakatan Bersama
tentang Kerja Sama Pembangunan Daerah.
Kesepakatan bersama
ditandatangani langsung Gubernur Kaltim H
Rudy Mas'ud dan Gubernur Kaltara H
Zainal Paliwang di Ruang Lotus Swiss Bell Hotel Tarakan (Kaltara) Kamis
(7/8/2025).
Fokus pertama dari
rencana kerja sama ini adalah pembangunan infrastruktur, termasuk di daerah-daerah perbatasan. Pembangunan
infrastruktur menjadi misi strategis Pemprov Kaltim dalam upaya menunjang kegiatan ekonomi,
pelayanan publik, hingga perluasan akses kesehatan dan pendidikan.
Gubernur Rudy
mengakui Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara kondisi jalannya masih banyak yang
rusak berat dan kondisi jalan tanah. Selama 80 tahun Indonesia merdeka, kawasan
perbatasan bahkan masih belum memiliki akses.
"Kami percaya
dengan kerja sama dua Provinsi ini, situasi perlahan akan kita ubah menjadi
kekuatan ekonomi baru. Problem is opportunity," kata Gubernur Rudy optimis.
Demi mencapai
cita-cita itu, Gubernur Rudy mengajak Gubernur Kaltara Zainal Paliwang untuk
bersinergi dalam perjuangan ke pemerintah pusat agar infrastruktur jalan di
perbatasan mendapat perhatian lebih. Apalagi, kawasan perbatasan menjadi simbol
kedaulatan negara.
Pemprov Kaltim
sendiri sudah memulai dengan membuka jalan yang menghubungkan Kaltim, tepatnya
di Kabupaten Mahakam Ulu dan Kabupaten Malinau di Kaltara. Gubernur Rudy mengaku mendapat kabar dari Bupati Malinau
Wempi Wellem Mawa jika masyarakat di kawasan itu sangat bahagia karena kondisi
jalan sudah mulai membaik.
"Dulu kurang
lebih seminggu baru bisa tembus. Hari
ini kurang dua jam," ungkap Gubernur Rudy.
Konektivitas sangat
strategis sehingga sangat penting dibangun.
Konektivitas akan menghubungkan Kalimantan Timur, Kalimantan Utara,
Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Malaysia hingga Brunei Darussalam.
Jika konektivitas ini
bisa dibangun dengan baik, maka secara langsung ini akan membangkitkan
perekonomian di lintas batas negara.
Kesepakatan bersama
ini akan memperbaiki akses jalan perbatasan dari Long Bagun hingga Apau Kayan.
Ruas ini memiliki arti strategis, bukan hanya dari aspek ekonomi, tapi juga
dalam mendukung kedaulatan negara dan mempercepat distribusi barang dan jasa hingga
pelosok perbatasan.
Rencana ini pun
selaras dengan program prioritas Jospol Kaltim dalam pembangunan jalan tol dan nontol, jembatan, pelabuhan, serta
jaringan komunikasi.
Gubernur Rudy juga menyinggung sinergi untuk menjaga jalur
Berau (Kaltim) - Bulungan (Kaltara). Terutama dari ancaman truk-truk ODOL (over
dimension over load).
"Saya mengajak
mari kita menjaga akses jalan. Bersama membangun jembatan timbang untuk
mencegah angkutan ODOL, seperti angkutan alat berat lebih dari 30 ton,"
singgung Gubernur Rudy.
"Alat berat
sebaiknya diangkut lewat air. Bisa lewat sungai dan laut," tandasnya.
Akses jalan ini harus
dijaga, sebab ketika jalan rusak, apalagi sampai terputus, dampaknya pasti akan
sangat mengganggu masyarakat. Distribusi bahan pokok pasti akan terganggu,
harga menjadi mahal dan menyebabkan melonjaknya angka inflasi.
Gubernur Kalimantan
Utara (Kaltara) H Zainal Paliwang berharap hubungan erat dan kolaborasi ini
perlu terus dipertahankan dan tingkatkan.
Gubernur Zainal
Paliwang mengaku sangat gembira, karena sebagai saudara tua, Kaltim ingin terus
berkolaborasi dengan Kaltara yang sudah berpisah dengan Kaltim sejak 2012 lalu.
"Terima kasih
Pak Gubernur Kaltim, pergerakannya sangat cepat. Dulu jalan di perbatasan harus
berminggu-minggu, sekarang tidak sampai berminggu-minggu lagi," puji
Gubernur Zainal Paliwang.
Zainal Paliwang
menegaskan tantangan ke depan makin kompleks. Setiap daerah tidak bisa berjalan
sendiri. Harus terus berkolaborasi untuk pembangunan inklusif dan kesejahteraan
bagi masyarakat Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
"Semoga buah
kerja sama ini menjadi teladan bagi daerah-daerah lain di Indonesia,"
tutup Gubernur Zainal Paliwang.
Penandatanganan kerja sama juga dilakukan untuk bidang infrastruktur dan sosial oleh para kepala OPD terkait kedua provinsi.
Hadir mendampingi
Gubernur Rudy Mas’ud, Kepala Dinas PUPR Pera Kaltim Aji Muhammad Fitra
Firnanda, Kepala Dinas Sosial Kaltim Andi Muhammad Ishak, Kepala BPKAD Kaltim A
Muzakkir dan Kepala Biro POD Setda Provinsi Kaltim Siti Sugiyanti. Tampak juga
para kepala OPD terkait Pemprov Kaltara. (mar)