Permasalahan Infrastruktur Jalan di Wilayah Hulu Mahakam Jadi Perhatian Ketua DPRD Kukar
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani,
menyoroti buruknya kondisi infrastruktur jalan di sejumlah desa di wilayah Hulu
Mahakam yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Menurutnya, kondisi jalan
yang rusak parah menghambat mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian
maupun perkebunan.
Yani menjelaskan, ruas
jalan penghubung antar desa di Kecamatan Tabang dan Kembang Janggut banyak yang
berlubang dan tergenang air saat musim hujan. Akibatnya, kendaraan sulit
melintas dan biaya transportasi menjadi lebih mahal. Hal ini berdampak langsung
pada perekonomian warga yang sebagian besar menggantungkan hidup dari hasil
kebun dan ladang.
“Kami sudah menerima
banyak aspirasi terkait masalah jalan ini. Kondisi yang ada sekarang bukan
hanya menyulitkan warga, tetapi juga menghambat pertumbuhan ekonomi daerah,”
ujar Yani, Sabtu (9/8/2025).
Kata Yani, pihaknya telah
meminta Dinas Pekerjaan Umum untuk memprioritaskan perbaikan infrastruktur
jalan di daerah daerah yang selama ini tertinggal. Anggaran perbaikan
diharapkan bisa dialokasikan secara bertahap, namun dengan target pengerjaan
yang jelas dan tepat sasaran.
Yani juga menegaskan
pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan perusahaan yang
beroperasi di wilayah tersebut untuk ikut berkontribusi dalam peningkatan
infrastruktur. Perusahaan-perusahaan, khususnya di sektor pertambangan dan
perkebunan, dinilai memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu pembangunan
jalan.
Selain itu, ia juga
menekankan perlunya pengawasan kualitas pekerjaan agar jalan yang dibangun
memiliki daya tahan yang lebih lama dan tidak cepat rusak.
“Seringkali kita temui
jalan baru selesai dibangun, tapi beberapa bulan kemudian sudah rusak lagi. Ini
masalah yang harus dibenahi,” tegasnya.
Menurut Yani, akses jalan
yang baik akan membuka peluang lebih besar bagi pemasaran hasil bumi
masyarakat. Dengan begitu, kesejahteraan warga bisa meningkat karena biaya
angkut menurun dan nilai jual produk menjadi lebih tinggi.
DPRD Kukar juga berencana
melakukan kunjungan langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi infrastruktur
dan mendengar langsung keluhan masyarakat. Kunjungan ini diharapkan dapat
memperkuat data dan menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih tepat.
“Kami akan terus kawal agar masalah jalan ini benar-benar
menjadi prioritas, karena ini kebutuhan mendasar masyarakat,” pungkas Yani.(ADV)