Sesuai Target Proyek BLK Terus Beproses, Tahap Awal Pekerjaan Fasilitas Workshop Alat Berat dan Asrama

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Proyek pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Berau terus berproses. Pembangunan awal fokus pada pekerjaan fasilitas Workshop Alat Berat dan Asrama. Hingga minggu ke-11 progres pembangunan telah mencapai 43,39 persen.

 

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ridho, menjelaskan bahwa pembangunan BLK mencakup asrama berkapasitas delapan kamar dan wokshop alat berat.

 

“Untuk realisasi pekerjaan sesuai kontrak, target penyelesaian pada 22 Desember tahun ini,” ujarnya, saat dikonfirmasi, pada Selasa (12/8/2025) lalu.

 

Saat ini, pekerjaan telah memasuki tahap pemasangan baja, dengan jumlah tenaga kerja sekitar 20–30 orang. Sistem kerja dilakukan lembur untuk mengejar target penyelesaian.

 

“Bisa dilihat di lapangan, lampu sorot terpasang di asrama agar pekerjaan tetap berjalan di malam hari,” tambahnya.

 

Proyek BLK ini berdiri di atas lahan seluas sekitar 4,5 hektare. Ridho menyebut, setelah rampung, pembangunan fasilitas akan difokuskan untuk pelatihan mekanik alat berat. Ke depan, Ia berharap fasilitas pelatihan dapat diperluas untuk bidang lain.

 

“Di Berau, kebutuhan pelatihan sangat beragam, seperti menjahit, komputer, hingga barista. Kami berharap tahun depan bisa dibangun Ruang Kelas Baru (RKB) untuk pelatihan-pelatihan tersebut,” kata Ridho.

 

Workshop yang dibangun direncanakan satu lantai, dilengkapi peralatan dan crane untuk mendukung pelatihan mekanik alat berat. DPRD Berau juga diharapkan dapat mengalokasikan anggaran tambahan untuk pengembangan program pelatihan di masa mendatang.

 

Pembangunan BLK ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Berau dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat pelatihan yang mampu mencetak tenaga kerja kompeten sesuai kebutuhan industri di wilayah Berau.

 

Pembangunan BLK ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau dengan nilai sebesar Rp 8,8 miliar. Masa pengerjaan proyek ditetapkan selama 210 hari kalender, terhitung sejak 23 Mei hingga 23 Desember 2025.

 

Untuk tahun ini direncanakan dua bangunan utama, yaitu workshop alat berat dan asrama. Dan pemilihan dua bangunan tersebut sudah merupakan hasil koordinasi dengan SKPD terkait yakni  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Berau.

Diutamakan Pelatihan alat berat dipilih, mengingat bidang ini memiliki jumlah peminat terbanyak dibandingkan program pelatihan lainnya. (sep/FN)