Overload Hingga 363%, DPRD Kukar Dorong Perbaikan Fasilitas Lapas Tenggarong

img

Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Akhmad Akbar Haka Saputra (pojok kiri) saat menghadiri penyerahan remisi di Lapas Kelas IIA Tenggarong. (pic:Tanty)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Tingkat hunian Lapas Kelas IIA Tenggarong yang mencapai overload hingga 363%,  menjadi sorotan.  Melihat kondisi tersebut, DPRD Kukar mendorong perlunya dilakukan penambahan dan perbaikan fasilitas, terutama layanan kesehatan, demi menjamin kesejahteraan ribuan warga binaan yang saat ini mayoritas berasal dari Kukar.

 

Pada Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia (RI) pada Minggu (17/08/2025) ribuan warga binaan menerima Remisi. Lebih tepatnya, 901 warga binaan menerima Remisi Umum, sedangkan 1.054 warga binaan lainnya mendapat Remisi Dasawarsa. Dari jumlah tersebut, 12 orang langsung menghirup udara bebas.

 

Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Akhmad Akbar Haka Saputra menghadiri acara penyerahan remisi oleh Bupati dan Wakil Bupati, Aulia Rahman Basri bersama Rendi Solihin ini.

 

Pada kesempatan itu, Akbar menyoroti jumlah penghuni Lapas yang per tanggal 17 Agustus ini mencapai 1.956 orang dan 67 persennya warga lokal Kukar.

 

Sebagaimana disampaikan Kepala Lapas (Kalapas) Tenggarong, Suparman, saat ini Lapas ll Tenggarong mayoritas diisi oleh warga Kukar. Dengan perincian 1.511 orang atau 82 persen warga Kukar dengan tingkat kelebihan kapasitas mencapai 363 %.

 

Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Tenggarong menampung 370 orang yang 20 persen warga Kukar dengan tingkat over kapasitas 14 %.

 

Sedangkan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tenggarong dihuni 75 orang 12% warga Kukar tanpa kelebihan kapasitas.

 

Pada momentum HUT ke-80 RI tahun 2025 lalu sebanyak 1.270 narapidana memperoleh Remisi Umum, sementara 1.439 lainnya menerima Remisi Dasawarsa.

 

Melihat adanya overload kapasitas warga binaan, Akbar mengungkapkan pihaknya akan mendukung penambahan fasilitas, hal ini sebagai upaya menjamin kesejahteraan warga binaan.

 

“Pak Kalapas tadi sampaikan perlu ada penambahan fasilitas, khususnya bantuan klinik,” ujar Akbar saat diwawancarai awak media usai kegiatan.

 

Ia menegaskan DPRD Kukar pasti akan mendukung penambahan fasilitas ini, sebab fasilitas tersebut dinilai diperlukan.

 

“Memang kapasitas mereka saat ini sudah overload. Dan kesejahteraan mereka yang dibina di dalam harus menjadi perhatian,” tegas Akbar Haka.

 

Diketahui dalam program pembinaan kepribadian, Lapas Tenggarong mendirikan pesantren Taubatan Nasuha dan grup musik band warga binaan. LPP Tenggarong juga mengembangkan seni tari daerah bekerja sama dengan Yayasan Gubang Tenggarong, sedangkan LPKA fokus pada bimbingan baca Al-Qur’an dengan metode DiroSA.

 

Adapun pembinaan kemandirian diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

 

Lapas Tenggarong juga menjalin kerja sama dengan PT STBJ dalam program ketahanan pangan.

 

Di bidang pengembangan UMKM, Lapas Tenggarong menggalakkan produksi meubelair, LPP Tenggarong mengembangkan kerajinan sulam tumpar dan bakery, sedangkan LPKA menggarap pertanian hidroponik dan usaha barbershop. Hal ini membuktikan bahwa Lapas di Kukar mengutamakan pembinaan pembentukan karakter dan kesejahteraan warga binaan.

Dengan berbagai program yang dimiliki Lapas, Akbar mengatakan Dan Pemkab-DPRD Kukar harus mendukung penambahan-penambahan fasilitas yang menyangkut kesejahteraan warga binaan di dalam Lapas. (Adv/Tan)