Manfaatkan Teknologi Drone, Distanak Kukar Siaga Hadapi Fase Anomali Iklim
(Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Muhammad Taufik/pic:ist)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Memasuki fase kemarau basah, Dinas Pertanian dan
Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mengambil langkah
antisipatif guna menjaga ketahanan pangan daerah.
Salah satu strategi yang
diandalkan adalah pemanfaatan teknologi drone untuk mengatasi potensi
kekeringan dan serangan hama.
Hal tersebut diungkapkan
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini
lahan pertanian di Kukar masih dalam kondisi aman.
Namun, ia tidak menampik
bahwa risiko kekeringan tetap menjadi ancaman apabila musim kemarau berlangsung
lebih panjang dari perkiraan.
“Selain potensi
kekeringan, kami juga mencatat adanya indikasi serangan hama di beberapa titik.
Untuk itu, tim pengendali hama segera melakukan langkah cepat dengan
memanfaatkan teknologi drone untuk penyemprotan pestisida,” ungkap Taufik, saat
diwawancarai awak media Selasa (26/08/2025).
Menurutnya, penggunaan
drone jauh lebih efektif dibandingkan metode konvensional. Bahkan penyemprotan
dapat dilakukan lebih cepat, hasilnya merata, mencakup area luas, sekaligus
mengurangi risiko paparan bahan kimia bagi petani.
“Dengan begitu,
produktivitas pertanian tetap bisa terjaga meski kondisi iklim tidak menentu,”
katanya.
Selain memanfaatkan drone,
Taufik menyebut Distanak Kukar juga akan menugaskan penyuluh pertanian untuk
aktif memantau perkembangan tanaman, kondisi air, hingga gejala serangan hama
di lapangan. Semua temuan kemudian dikoordinasikan secara rutin dengan petani dan
pemerintah daerah.
“Koordinasi ini
penting agar mitigasi bisa dilakukan sejak dini. Dengan langkah-langkah yang
sudah kita siapkan, kami optimistis produksi padi dan komoditas pertanian lain
tetap stabil, bahkan bisa meningkat meski menghadapi musim kemarau,” pungkas
Taufik. (Adv/Tan)