Beasiswa Kukar Idaman Diprioritaskan, Pemkab Siapkan Rp16 Miliar di APBD Perubahan
Suasana Audiensi Bupati Aulia dan Wabup Rendi Bersama BEM Unikarta. (pic: tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Ribuan
mahasiswa penerima Beasiswa Kukar Idaman 2025 bisa sedikit lega. Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan program bantuan
pendidikan tersebut tetap menjadi prioritas dengan menyiapkan anggaran Rp16
miliar pada perubahan APBD tahun ini.
Kepastian itu
disampaikan langsung Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, dalam audiensi bersama
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Senin
(220/9/2025). Ia menegaskan bahwa beasiswa merupakan komitmen nyata, bukan
sekadar janji.
“Pengajuan beasiswa
sebelumnya meningkat hingga empat kali lipat. Itu sebabnya realisasi tahap awal
baru bisa mencakup 30 persen penerima. Tapi di perubahan anggaran ini, jumlah
penerima akan lebih banyak,” ujar Aulia dalam audiensi.
Aulia menambahkan, pengalamannya sebagai penerima
beasiswa hingga menuntaskan pendidikan pascasarjana membuat dirinya memahami
betul pentingnya dukungan ini.
“Saya sendiri bisa
sekolah sampai S2 berkat beasiswa. Karena itu, saya tahu benar betapa
krusialnya program ini bagi mahasiswa,” tegasnya.
Meski demikian,
pencairan belum bisa dilakukan segera. Aulia menjelaskan, dana Rp16 miliar
masih menunggu pembahasan akhir di DPRD Kukar.
“Begitu DPA (Dokumen
Pelaksanaan Anggaran) disahkan, dana bisa dicairkan tanpa perlu verifikasi
ulang,” terangnya.
Ia juga mengajak
mahasiswa ikut mengawasi proses pembahasan di legislatif. Menurutnya, DPRD
Kukar memiliki komitmen yang sama dengan Pemerintah Daerah dalam menjaga
keberlanjutan program.
“Bahkan jika ada
defisit, saya yakin porsi beasiswa tetap dipertahankan pada tahun 2026,”
tambahnya.
Selain fokus pada
realisasi tahun ini, Pemkab Kukar telah menempatkan program beasiswa sebagai
agenda jangka panjang. Hal itu dinilai penting untuk mencetak sumber daya
manusia unggul di daerah.
“Kami dan Wakil Bupati
sudah sepakati, beasiswa akan terus ada sebagai program strategis,” jelas
Aulia.
Dirinya juga menyampaikan Pemkab Kukar membuka ruang komunikasi lebih luas. Ia menyebut audiensi lanjutan dengan mahasiswa akan digelar kembali pada akhir 2025 atau awal 2026 untuk memastikan aspirasi terus tersampaikan.
“Kami berkomitmen
menuntaskan beasiswa 2025. Prosesnya memang harus melalui persetujuan DPRD,
tapi saya percaya legislatif sejalan dengan eksekutif. Kita sama-sama ingin
generasi muda Kukar punya akses pendidikan yang lebih baik,” pungkas Aulia.
(Adv/Tan)