Program Rp50 Juta per RT Berakhir Tahun Ini, Terbukti Nyata Pembangunan dari Warga
Salah satu kegiatan gotong royong di RT 03, Kelurahan Timbau Tenggarong. (pic:Tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS,
KUKAR : Program Rp 50juta per RT yang selama tiga
tahun terakhir menjadi andalan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar)
segera berakhir pada 2025 ini. Sebagai gantinya, Pemkab Kukar tengah menyiapkan
program lanjutan bertajuk “RT Ku Terbaik” dengan nilai bantuan tiga kali lipat
lebih besar mencapai Rp150 juta per RT.
Langkah ini menjadi
wujud komitmen Bupati Kukar dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat
dari tingkat paling bawah, yaitu Rukun Tetangga (RT). Program sebelumnya
terbukti memberi manfaat luas, terutama dalam penguatan sosial kemasyarakatan,
gotong royong, dan perbaikan infrastruktur lingkungan.
Kukar sendiri
memiliki lebih dari 3.000 RT, yang tersebar di Desa dan Kelurahan. Salah satu
penerima manfaatnya, Ketua RT 03 Kelurahan Timbau, Faidil Fasha, mengaku
program tersebut telah membawa perubahan positif di wilayahnya.
“Dana Rp 50 juta itu
benar-benar terasa manfaatnya. Kami gunakan untuk kegiatan sosial, keagamaan,
hingga pembangunan kecil di lingkungan RT,” ungkapnya.
Menurut Faidil,
kegiatan seperti gotong royong, pelayanan kesehatan Posyandu lansia, hingga
pelatihan pemberdayaan masyarakat menjadi agenda rutin yang dibiayai dari
program tersebut.
“Selain memperkuat silaturahmi antar warga,
program ini juga membuka ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dan
pendapatan mereka,” tambahnya.
Ia menilai nominal Rp50
juta sudah cukup memadai untuk ukuran lingkungan RT, meski kebutuhan tiap
wilayah tentu berbeda.
“Setiap RT punya
karakter dan prioritas sendiri. Tapi secara umum, program ini membantu kami
mempercepat pembangunan,” katanya.
Tidak lupa Faidil
menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kukar atas perhatian nyata terhadap
masyarakat akar rumput. Menatap program baru ‘RT Ku Terbaik’, Faidil berharap
pemerintah daerah dapat melibatkan para ketua RT dalam penyusunan petunjuk
teknis (juknis).
“Kami ingin juknisnya
lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Kalau RT dilibatkan sejak awal,
hasilnya pasti lebih tepat sasaran,” harapnya.
Sementara itu, Kepala
Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa DPMD Kukar, Asmi
Riyandi Elvandar, menegaskan bahwa pelaksanaan program Rp 50 juta per RT selama
ini berjalan baik dan tanpa temuan serius.
“Secara umum tidak
ada penyimpangan, hanya sebagian RT yang masih belum paham soal pelaporan.
Untuk itu kami siapkan pendampingan melalui desa, kelurahan, dan Pendekar
Idaman,” ujarnya.
Ia menjelaskan,
juknis program tahun ini juga memberi keleluasaan bagi RT untuk mengadakan
laptop atau printer demi mendukung administrasi.
“Itu bagian dari
peningkatan kapasitas pengurus RT agar lebih tertib dan digital,” tambahnya.
Asmi merinci, alokasi dana dalam juknis meliputi operasional kegiatan, tambahan insentif pengurus RT, perayaan Hari Besar Nasional, pelatihan pemberdayaan, hingga pengadaan sarana penunjang seperti kendaraan atau perahu. Semua diatur agar tetap proporsional dan berorientasi pada manfaat publik.
“Fokusnya tetap satu
setiap rupiah yang dikeluarkan harus memberikan manfaat langsung bagi
masyarakat. Dengan program baru nanti, kita ingin RT di Kukar tidak hanya aktif
secara sosial, tapi juga inovatif dalam menggerakkan pembangunan,” pungkasnya.
(Adv/Tan)