PT Hutan Sanggam Berau Catat Kinerja Terbaik, Targetkan Pendapatan Tembus Rp7 Miliar
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : PT Hutan Sanggam Berau mencatat kinerja terbaik dalam dua dekade terakhir, dengan menargetkan pendapatan Rp7 miliar melalui inovasi hijau dan diversifikasi usaha tanaman produktif yang melibatkan masyarakat lokal.
Manajer PAMHUT Bina
Sosial (Binsos) Hutan Sanggam Berau, Anwar Kalfangare, mengungkapkan bahwa
kinerja perusahaan menunjukkan hasil terbaik sejak berdiri pada 2003. Melalui
kerja sama antara pemerintah daerah dan mitra usaha, pihaknya menargetkan
pendapatan perusahaan mencapai Rp7
miliar hingga akhir tahun 2024.
Anwar menjelaskan,
hasil positif tersebut dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS
LB) yang baru saja digelar bersama Bupati Berau dan PT Inhutani I sebagai
pemegang saham. Ia menyebut, pencapaian itu menjadi rekor tertinggi dalam
sejarah operasional Hutan Sanggam.
“Sangat kami syukuri
terjalinnya sinergi antara Pemkab Berau ,
pemegang saham, dan seluruh jajaran perusahaan, target pendapatan tahun ini
bisa tembus hingga Rp7 miliar. Kami optimis, PAD bisa menyentuh angka Rp1,9 hingga
Rp2 miliar,” ujarnya baru-baru ini.
Meski menghadapi
tantangan cuaca dan keterbatasan lahan produksi, Anwar memastikan perusahaan
tetap menjaga stabilitas keuangan agar tidak mengalami kerugian. Ia menegaskan,
strategi perusahaan bukan hanya untuk mengejar keuntungan sesaat, melainkan
menjaga keberlanjutan usaha jangka panjang.
“Kita jaga agar
perusahaan tidak merugi. Prinsipnya, lebih baik stabil dan sehat secara
finansial daripada untung besar tapi kemudian rugi di tahun berikutnya,”
jelasnya.
Lebih lanjut, Anwar
memaparkan bahwa mulai 2025 perusahaan akan melakukan revisi Rencana Kerja Usaha (RKU) dan mengubah
izin usaha dari hutan alam menjadi hutan tanaman. Langkah ini dilakukan untuk
memperluas potensi ekonomi hijau dengan mengembangkan tanaman produktif
seperti jagung dan hortikultura yang
memiliki jaminan pasar dan pasokan dari pemerintah.
“Kami berinovasi
mengembangkan jagung dan tanaman hortikultura bersama masyarakat di Batu
Rajang. Program ini terbukti produktif dan berpotensi besar meningkatkan
kesejahteraan warga sekitar hutan,” katanya.
Menurutnya, perubahan
izin dan strategi diversifikasi usaha dilakukan berdasarkan kajian kelayakan (feasibility study) yang
melibatkan akademisi serta mendapat arahan langsung dari PT Inhutani I sebagai
mitra utama.
Selain itu, Hutan
Sanggam juga tengah menghadapi keterbatasan lahan produksi akibat alih fungsi
kawasan dan izin pinjam pakai untuk pertambangan. Dari total 78 ribu hektare kawasan awal, kini hanya
sekitar 35 ribu hektare yang masih
efektif untuk produksi. Lahan tersebut tersebar di empat kecamatan: Segah,
Kelay, Teluk Bayur, dan Sambaliung.
“Memang ada overlap
izin dan alih fungsi lahan yang membuat area produksi berkurang. Tapi kami
tetap berkomitmen untuk menjaga produktivitas hutan dan kontribusi terhadap
PAD,” tegasnya.
Anwar menambahkan, perusahaan akan terus berinovasi dan melakukan efisiensi agar target pendapatan tahun ini bisa tercapai. Ia berharap dukungan DPRD dan pemerintah daerah tetap mengalir agar kinerja positif ini berlanjut di tahun-tahun mendatang.
“Kami bersyukur
karena capaian ini adalah hasil kerja keras bersama. Semoga triwulan terakhir
tetap positif dan mampu melampaui target,” tutupnya optimistis. (sep/FN)