Pemkab Kukar Evaluasi Bantuan di Hulu, Siap Perkuat Fondasi Program RT-KU Terbaik Tahun 2026

img

(Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri rapat evaluasi bersama masyarakat Kecamatan Kenohan saat kunjungannya ke hulu/pic:ist)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri melakukan kunjungan kerja selama lima hari ke wilayah hulu pada 10–14 Oktober 2025. Kunjungan ini meliputi enam kecamatan, yakni Kembang Janggut, Kenohan, Muara Wis, Muara Muntai, Kota Bangun, dan Kota Bangun Darat.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Aulia menyapa langsung masyarakat desa, mulai dari tokoh masyarakat, pelajar, hingga tenaga kesehatan. Ia ingin memastikan seluruh program di bawah payung Kukar Idaman Terbaik berjalan sesuai rencana dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.

Selain melakukan evaluasi lapangan, Aulia juga menyampaikan arah kebijakan Pemkab Kukar untuk tahun mendatang, yakni penguatan fiskal desa dan kelurahan hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT) melalui bantuan keuangan.

Program Rp50 juta per RT yang digagas pada masa kepemimpinan sebelumnya terbukti membawa manfaat besar. Kini, Aulia bersama Wakil Bupati Rendi Solihin meningkatkan besaran bantuan tersebut menjadi Rp150 juta per RT melalui program RT-KU Terbaik.

“Program RT-KU Terbaik menyasar hal-hal yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujar Aulia, Kamis (16/10/2025).

Ia menjelaskan, bantuan ini dirancang untuk menjawab berbagai persoalan sosial di lingkungan RT. Misalnya, membantu warga miskin, mendukung anak-anak agar tidak putus sekolah, serta memastikan setiap anak dapat mengakses pendidikan.

Pada tahun 2025 ini, Pemkab Kukar tengah melakukan konsolidasi data dan kebutuhan di tingkat RT sebagai langkah awal penyusunan payung hukum program. Targetnya, pada tahun 2026, RT-KU Terbaik sudah dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Program ini mencakup berbagai bidang, mulai dari perbaikan lingkungan dan fasilitas RT, pengadaan sarana kebersihan, bantuan sosial bagi warga sakit, penguatan keamanan lingkungan, hingga dukungan bagi Karang Taruna, PKK, dan kegiatan budaya atau keagamaan.

Selain itu, program ini juga membuka ruang bagi kegiatan ekonomi masyarakat, seperti pelatihan keterampilan dan bantuan modal usaha kelompok.

“Tahap awal dari program ini adalah penguatan data. Kita ingin baseline data benar-benar ada di tingkat RT, dan kita intervensi melalui program ini,” jelas Aulia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menuturkan bahwa kunjungan ke wilayah hulu juga menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan program bantuan RT selama empat tahun terakhir.

“Kami ingin mendorong percepatan realisasi anggaran, agar di awal tahun anggaran nanti bantuan keuangan sudah bisa direalisasikan. Dengan begitu, teman-teman RT dapat segera melaksanakan kegiatan sesuai rencana,” ungkap Arianto.

Ia menambahkan, pihaknya juga tengah menyusun mekanisme laporan keuangan yang lebih mudah, transparan, dan terverifikasi bagi pengurus RT.

“Nantinya semua usulan dari warga akan kami tampung dan sinkronkan dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kami ingin program ini benar-benar terwujud dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Kukar,” pungkasnya. (Adv/Tan)