Dinas Perikanan Pastikan Kapal Nelayan di Berau Layak Berlayar, VMS Jadi Andalan Deteksi Darurat di Laut
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Dinas Perikanan Kabupaten Berau menegaskan, seluruh kapal nelayan yang beroperasi di wilayah perairan setempat telah melalui proses pemeriksaan kelayakan sebelum diberikan izin berlayar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan keselamatan nelayan, di tengah kondisi cuaca laut yang semakin sulit diprediksi.
Fungsional Pengawas
Perikanan Dinas Perikanan Berau, Budi Harianto, menjelaskan bahwa setiap kapal
wajib memenuhi standar keselamatan sebelum mendapatkan Surat Kelayakan Operasi
dan Surat Izin Berlayar.
“Alat keselamatan
seperti pelampung dan pemadam kebakaran sudah kami cek satu per satu. Untuk
satu kapal dengan 12 awak, minimal harus memiliki 16 pelampung dan tiga alat
pemadam api,” ujar Budi saat ditemui, Jumat (31/10/2025) lalu.
Ia menambahkan,
pemeriksaan juga mencakup kesiapan ruang palka dan perlengkapan navigasi di
kapal. “Jadi sebelum kapal berangkat, sudah kami pastikan aman untuk berlayar,”
tegasnya.
Meski sudah memenuhi
syarat keselamatan, Budi mengungkapkan bahwa kondisi alam tetap menjadi faktor
tak terduga di laut. Ia mencontohkan insiden kapal nelayan yang tenggelam
akibat badai mendadak dari arah barat daya.
“Angin barat daya itu
yang paling sulit diprediksi, bahkan oleh BMKG. Dua hari sebelumnya bisa teduh,
tapi tiba-tiba dini hari datang petir dan angin kencang. Itulah yang kemarin
terjadi,” jelasnya.
Menurutnya, para
nelayan sebenarnya sudah berpengalaman membaca tanda-tanda alam.
“Kalau sudah ada
petir dan gumpalan awan, biasanya mereka segera menepi ke karang Malalungun.
Itu tempat berlindung yang biasa dipakai nelayan kita,” ujar Budi.
Dalam aspek
pemantauan, setiap kapal nelayan di Berau kini dilengkapi dengan Vessel
Monitoring System (VMS) alat pelacak posisi kapal yang juga memiliki tombol
darurat (SOS).
“Begitu tombol merah
ditekan, sinyal langsung diterima oleh pusat di Jakarta dan Tarakan. Jadi kami
bisa tahu posisi kapal dan segera menindaklanjuti bila terjadi sesuatu,” papar
Budi.
Ia menambahkan, berkat adanya sistem VMS, proses pencarian dan evakuasi kapal yang tenggelam beberapa waktu lalu bisa dilakukan lebih cepat. “Data dari VMS membantu kami memetakan lokasi dengan akurat, sehingga nelayan cepat ditemukan,” katanya.
Dinas Perikanan Berau mengimbau para nelayan agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca, terutama angin barat daya yang sulit diprediksi.
“Nelayan adalah pahlawan penyedia
pangan laut kita. Karena itu, keselamatan mereka adalah prioritas,” tutup Budi.
(sep/FN)