Ahmad Yani Dorong Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah, Kurangi Ketergantungan Fiskal Kukar pada Pusat
Ketua DPRD Kukar, Ahmad
Yani
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menegaskan pentingnya langkah-langkah konkret untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah. Ia menyebut, tantangan utama Kukar ke depan bukan hanya menjaga besaran APBD, tetapi bagaimana meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) secara berkelanjutan agar tidak terlalu bergantung pada transfer dana pusat.
Menurutnya, tren fluktuasi
nilai APBD dalam beberapa tahun terakhir menjadi sinyal bahwa Kukar harus
memperkuat basis ekonomi lokal melalui inovasi pendapatan daerah.
“Kita tidak boleh terus
bergantung pada dana transfer pusat. Kukar ini daerah kaya sumber daya alam,
tapi harus diikuti dengan tata kelola dan diversifikasi sumber pendapatan yang
lebih kreatif,” ujarnya, Jumat (7/11/2025).
Yani menjelaskan, DPRD
bersama pemerintah daerah kini tengah mendorong strategi optimalisasi PAD, baik
dari sektor pajak dan retribusi, maupun potensi ekonomi baru di bidang
pariwisata, pertanian modern, dan pengelolaan aset daerah.
“Sektor nonmigas perlu
kita perkuat. Kita punya potensi besar di pertanian, wisata, dan UMKM. Kalau
dikelola baik, PAD kita bisa naik signifikan tanpa harus mengandalkan dana
pusat,” jelasnya.
Politisi senior itu
menilai, penguatan sistem digitalisasi pajak daerah juga menjadi langkah
penting untuk menekan kebocoran dan meningkatkan efisiensi.
“Digitalisasi harus
diperluas. Dengan sistem yang transparan, potensi kebocoran bisa diminimalkan
dan penerimaan daerah akan lebih maksimal,” tambahnya.
Selain itu, ia menekankan
perlunya sinergi lintas sektor, termasuk kolaborasi dengan dunia usaha dan
lembaga keuangan daerah, agar pertumbuhan ekonomi lokal bisa terus bergerak
positif meski di tengah keterbatasan fiskal nasional.
“Kita ingin ekonomi Kukar
tumbuh karena aktivitas masyarakat dan dunia usaha yang hidup, bukan
semata-mata karena belanja pemerintah,” tegasnya.
Ahmad Yani optimistis, dengan penguatan PAD dan efisiensi belanja daerah, Kukar dapat mempertahankan stabilitas fiskal dan memastikan program prioritas daerah seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat tetap berjalan optimal.(ADV)